Deteksi Sejak Dini Penyakit DM

58

KENDAL—Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis menjadi penyebab kematian nomor tiga tertinggi di Indonesia setelah stroke dan hipertensi.  Hal itu disebabkan pola makan. Kebanyakan orang Indonesia tidak bisa mengontrol makanan yang manis-manis.

Demikian disampaikan dokter Didik Supriyadi Sp.PD, M.Kes dari RSUD dr. Soewondo Kendal saat menjadi narasumber dalam Talk Show Kesehatan yang digelar Asuransi Mandiri Inhealth, di Ruang Pertemuan PDAM Tirto Panguripan, Selasa (6/12). “Kebanyakan penderita di awal, tidak menyadari jika terkena penyakit diabetes. Makanya harus sering lalukan cek darah ke rumah sakit, puskesmas atau ke dokter,” katanya.

Didik menyebutkan beberapa ciri-ciri atau gejala awal penderita diabetes yang tidak disadari penderita lantaran tidak menimbulkan gejela klinis. Seperti adanya perubahan tubuh, timbul rasa haus terus-menerus dan  sering merasa lapar. Selain itu sering buang air kecil yang mengganggu terutama malam hari dan sering kesemutan di ujang kaki.

Setelah itu kulit gatal-gatal dan timbul bisul yang sulit disembuhkan. Jika pada perempuan, keputihan yang tak kunjung sembuh meski telah dilakukan pembersihan dan pengobatan. Dalam tahap itu, kebanyakan penderita masih tidak menyadarinya,” jelas dia.

Penderita baru menyadari ketika kondisi tubuhnya semakin lemah, berat badan turun drastis meskipun telah mengkonsumsi banyak makan. “Jika kulitnya terkena luka, luka lama kering dan menutup. Saat itulah pasien baru memeriksakan diri dan hasil positif diabetes melitus,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi, harus bergaya hidup sehat. Yakni dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga dan istirahat yang cukup. “Makan manis secukupnya, hindari mengkonsumi alkohol dan merokok dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan akibat kerusakan insulin ini,” tambahnya.

Kepala Unit Layanan Pelanggan Mandiri Inhealth Semarang menambahkan jika talk show tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta asuransi Mandiri Inhealth. “Agar pelanggan atau peserta asuransi mendapatkan perlidungan yang optimal,” tuturnya.

Menurutnya, talk show sebagai upaya prefentif agar peserta asuransi mengetahui penyakit diabetes melitus. Sehingga bisa sejak dini melalukan pencegahan. “Di Inhealth sendiri, lebih kurang ada 35 persen penderita diabetes yang menggunakan fasilitas kesehatan,” tambahnya. (bud/zal)

BAGIKAN