Bupati Lantik 23 Kades Terpilih

62
RESMI MENJABAT: Kades terpilih saat dilantik di pendopo kabupaten, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMI MENJABAT: Kades terpilih saat dilantik di pendopo kabupaten, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sebanyak 23 kepala desa (kades) terpilih dilantik oleh Bupati Semarang, Mundjirin, di pendopo kabupaten, Selasa (6/12). Tak terkecuali Supiyan Mugiyono, kades terpilih Desa Lembu Kecamatan Bancak, yang ssaat ini masih terjerat kasus dugaan penggunaan ijazah palsu.

Menanggapi hal itu, bupati beralasan masa sanggah yang dilakukan penggugat sudah habis. Dimana menurut Mundjirin gugatan bisa diterima setelah 3 hari usai pengambilan suara pada akhir Oktober lalu. “Itu sudah kami lihat, masa keberatan kami berikan selama tiga hari. Namun sanggahan baru beberapa hari setelah masa sanggah habis,” kata Mundjirin.

Mundjirin mengklaim jika proses pemilihan kepala desa sudah sah dilakukan. Meski kades tersebut diduga menggunakan ijazah palsu saat proses verifikasi faktual oleh panitia pelaksanaan Pilkades serentak. “Proses pemilihan kepala desa sudah sah, maka saya lantik kepala desanya,” ujar Bupati Semarang, Mundjirin usai mengambil sumpah 23 kades.

Menurutnya, adanya pelaporan kasus tersebut ke Polres Semarang merupakan hal yang berbeda. Dimana kasus tersebut, bukan ranah dari pihak Pemkab Kabupaten Semarang melainkan ranah APH (Aparat Penegak Hukum). Padahal, beberapa waktu lalu kades terpilih tersebut sudah mengakui jika ijazah SD yang ia gunakan saat verifikasi data peserta pilkades memang bukan miliknya.

Melainkan milik seseorang yang bernama Mugiyono yang kini berdomisili di Bekasi. “Jika saat ini ada laporan (penggunaan legalisir ijasah palsu) berarti sudah ranah kepolisian dan kejaksaan, sudah bukan ranah kami (pemerintah) lagi. Saya tidak mungkin akan menghambat,” kata Mundjirin.

Sehingga, Mundjirin akan tetap mempertahankan Kades Lembu Supiyan Mugiyono menjadi kades setempat. Hal itu akan dilakukan sampai ada kekuatan hukum yang bersifat tetap dari pengadilan.“Kalau ternyata dinyatakan ada tindak pidana, akan kita berhentikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP V Thridy Hadmiarso mengatakan laporan terkait kasus tersebut baru masuk di meja kerjanya beberapa hari yang lalu. Sehingga ia belum bisa berkomentar terlalu banyak karena harus melihat permasalahan tersebut secara detail terlebih dahulu. “Kami belum melihat secara detil kasus ini, yang jelas masih kita lakukan pemanggilan untuk klarifikasi,” ujarnya. (ewb/zal)

BAGIKAN