Bank bjb Raih Penghargaan Sustainable Finance Award 2016

64
PENGHARGAAN: Bank bjb diwakili salah satu direksi menerima penghargaan Sustainable Finance Award 2016 kategori Bank BUKU III dari Otoritas Jasa Keuangan di Nusa Dua Bali, Kamis (1/12) lalu. (ISTIMEWA)
PENGHARGAAN: Bank bjb diwakili salah satu direksi menerima penghargaan Sustainable Finance Award 2016 kategori Bank BUKU III dari Otoritas Jasa Keuangan di Nusa Dua Bali, Kamis (1/12) lalu. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Bank bjb berhasil memperoleh penghargaan Sustainable Finance Award 2016 kategori Bank BUKU III dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digelar Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, pada 1 Desember lalu.  Penghargaan ini diperoleh atas komitmen bank bjb menjadi salah satu dari delapan pelopor pengembangan dan implementasi keuangan berkelanjutan Indonesia First Movers On Sustainable Banking.

Ketua Dewan Juri Sustainable Finance Award 2016, Ismid Hadad, menjelaskan, penghargaan ini hanya diberikan kepada bank dan lembaga keuangan yang memberikan perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan.  “Ini merupakan bentuk apresiasi kepada bank dan lembaga keuangan untuk mendorong implementasi sustainable finance atau keuangan berkelanjutan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bali.

Senior Vice President Divisi Corporate Secretary bank bjb, Hakim Putratama, menjelaskan, bank bjb merupakan bank pembangunan daerah pertama yang mencatatkan saham perdananya (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), tepatnya pada 8 Juli 2010.

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini dipergunakan oleh bank bjb untuk penguatan modal perusahaan dalam rangka mendukung ekspansi kredit, terutama sektor UMKM, perluasan jaringan, dan pengembangan teknologi informasi.  “Pada tahun 2016 bank bjb memiliki kebijakan strategis yaitu meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit yang berkualitas melalui diversifikasi portofolio pembiayaan selain captive market pembiayaan proyek-proyek pemerintah dan pembiayaan sektor konsumtif,” terangnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan direalisasikan dengan rencana ekspansi kredit di sektor industri perkebunan kelapa sawit, energi listrik, perkapalan dan migas. Lebih lanjut dikatakannya, keberlanjutan usaha bank bjb tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja finansial saja, tetapi juga kemampuan dalam memahami permasalahan sosial dan lingkungan. “Seperti penetapan kebijakan persyaratan Amdal untuk analisis kredit, efisiensi penggunaan material dan konsumsi energi, melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) yang ditujukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dan melestarikan lingkungan, serta masih banyak lagi,” katanya.

Melalui program-program tersebut, menurutnya, telah menunjukkan komitmen bank bjb untuk terus bersinergi dan meningkatkan performanya melalui inovasi produk dan layanan yang ramah lingkungan. “Ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian masyarakat tanpa mengurangi kepedulian serta perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan,” pungkasnya. (ayu/jpg/smu)

BAGIKAN