8 PNS Terindikasi Positif Narkoba

53
WAJIB IKUT: Para PNS Pemkot Salatiga mengikuti tes urine untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan narkoba. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)
WAJIB IKUT: Para PNS Pemkot Salatiga mengikuti tes urine untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan narkoba. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)

SALATIGA – Sebanyak 4.300 PNS di Kota Salatiga mengikuti tes urine wajib untuk memastikan bebas pemakaian narkoba. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran sejak Senin (5/12). Setelah 5 dari 8 tes yang direncanakan, diketahui ada 8 PNS terindikasi mengkonsumsi zat berbahaya.

Temuan itu, akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan untuk memastikannya. Informasi yang diperoleh, yang terindikasi berasal dari wilayah kecamatan Sidorejo dan Tingkir masing – masing empat orang. Terdiri dari 6 PNS perempuan dan 2 pria.

“Akan kita tindak lanjuti dengan assesmen untuk memastikan apa yang dikonsumsi. Karena tester yang digunakan ada 6 indikator dan tidak menutup kemungkinan ada zat dari obat karena sakit,” jelas Plh Sekretaris Badan Narkotika Nasional (BNNK) Salatiga Wahyudi Sumanto, Selasa (6/12).

Dijelaskannya, tujuan tes urine bebas narkoba para PNS ini untuk menjamin kebersihan dan kesehatan PNS dalam menjalankan amanah publik. PNS harus bebas dari pemakaian narkoba dan ini diwajibkan. “Tujuannnya adalah PNS harus bisa menjadi contoh yang baik sebagai abdi negara,” tandas Wahyudi Sumanto yang juga merupakan Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kantor Kesbangpol Kota Salatiga.

Ditanya mengenai PNS yang mbalela tidak tes urine, Wahyudi menyatakan, mereka akan didata dan dipantau serta dilakukan penyelidikan. Selain itu, Pemkot Salatiga akan memberi sanksi yang tegas. Selain PNS, tes urine ini juga dilakukan kepada anggota DPRD Salatiga, wali kota dan pejabat teras. “Tidak ada diskriminasi, semuanya harus tes urine. Kami juga sediakan daftar hadir. Semua PNS termasuk guru akan menjalani tes urine,” tukas Wahyudi.

Petugas Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Anik Rahayuningsih mengatakan, pemberitahuan tes urine ini mendadak dan sehari sebelum menjalani tes. “Sebab bila tes urine, PNS memakai narkoba akan hilang setelah lima hari. Makanya kami adakan dadakan,” ujar Anik.

Mengenai obat yang bisa menjadikan hasil tes positif, Anik menjelaskan, ada beberapa kemungkinan. Diantaranya adalah obat batuk, obat darah tinggi dan beberapa penyakit lainnya. “Ini hanya indikasi awal dan butuh pemeriksaan lanjutan,” jelasnya. (sas/ton)

BAGIKAN