40 Koleksi Keris Diverifikasi

66
DICEK : Anggota tim verifikasi keris dari Solo menunjukkan salah satu jenis keris, di aula museum batik, Selasa (6/12). (TINWAROTUL FATONAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DICEK : Anggota tim verifikasi keris dari Solo menunjukkan salah satu jenis keris, di aula museum batik, Selasa (6/12). (TINWAROTUL FATONAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – Sebanyak 40 koleksi keris milik Pemkot Pekalongan yang tersimpan di gedung Graha Tosan Aji Pekalongan, Selasa (6/12) dicek dan diverifikasi oleh tim dari Solo dan Jogjakarta. Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo, menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pembuatan museum baru, yang ditargetkan tahun depan sudah bisa berdiri.

Keris sebagai salah satu warisan budaya yang diakui UNESCO, menurutnya, harus diperkenalkan pada masyarakat. Tak hanya itu, edukasi tentang sejarah keris perlu diketahui masyarakat, agar warisan budaya tersebut tetap bisa dilestarikan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat Pekalongan yang masih menyimpan keris di keluarganya, tetapi tidak mampu untuk memeliharanya, bisa dihibahkan untuk nantinya akan dipamerkan.

“Daripada keris yang dimiliki rusak karena tidak dirawat, bisa dihibahkan. karena pemerintah kota memiliki dana untuk perawatan benda-benda pusaka tersebut,” jelasnya.

Koleksi keris yang sekarang dimiliki tambahnya, merupakan koleksi komunitas dan ada yang berasal dari masyarakat. Rencananya keris-keris tersebut akan dipamerkan dengan memberikan deskripsi sejarah keris itu berasal. “Kami akan bikinkan story tentang keris tersebut, agar bisa diketahui masyarakat banyak,” katanya.

Ia juga mengakui, Kota Pekalongan yang berhasil masuk menjadi nominator sebagai kota/kabupaten yang peduli museum, namun baru memiliki satu museum, yakni museum batik. Oleh karena itu, harapannya tahun depan bisa membuka museum lagi.

Sementara itu, menurut salah seorang pemerhati sejarah dari Pekalongan Heritage Comunity, Dirhamsyah, sebelum membuka museum baru, pemerintah kota harus memperhatikan beberapa hal, agar tidak seperti yang lalu terjadi pada Graha Tosan Aji. Tempat tersebut tidak banyak orang yang tahu, padahal di tempat tersebut digunakan untuk menyimpan koleksi keris.

Ia menyampaikan, pemkot harus terlebih dahulu menyiapkan tempat yang representatif dan strategis. Artinya mudah diketahui dan dijangkau masyarakat. Selain itu, butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam mengurusi keris-keris tersebut. “Akan sangat baik kalau sebelum membuka museum, dilakukan kajian dan penelitian terkait keris, karena belum ada penelitian terkait ini sebelumnya,” tambahnya. (tin/ric)

BAGIKAN