Yaik Akan Digusur, Pedagang Resah

2017, Revitalisasi Johar dan Alun-Alun Dimulai

73
Jemur Ikan Asin NELAYAN Tambak Lorok, Semarang Utara tengah menjemur ikan yang sudah diasinkan, Senin (5/12). Akibat banyak nelayan yang tidak melaut menyebabkan pasokan ikan di pasaran menurun. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jemur Ikan Asin NELAYAN Tambak Lorok, Semarang Utara tengah menjemur ikan yang sudah diasinkan, Senin (5/12). Akibat banyak nelayan yang tidak melaut menyebabkan pasokan ikan di pasaran menurun. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Revitalisasi Pasar Johar dan pembangunan Alun-Alun di depan Masjid Kauman Semarang akan segera dilakukan. Praktis, Pasar Yaik yang selama ini menempati bekas alun-alun tersebut bakal digusur. Targetnya, pedagang Pasar Yaik direlokasi pada 2017 mendatang.

Tentu saja, rencana “penghilangan” Pasar Yaik ini membuat para pedagang resah. Pasalnya, sampai saat ini para pedagang mengaku belum mendapat kepastian dari Pemkot Semarang terkait nasib mereka mendatang.

“Kami nanti akan ditempatkan di mana? Mekanismenya seperti apa? Kami belum tahu. Apakah nanti ada jaminan mendapatkan tempat di Pasar Johar? Sampai sekarang juga belum ada jaminan,” kata Ketua Paguyuban Pedagangan dan Jasa (PPJ) Unit Pasar Yaik Semarang, Mundasir, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (5/12).

Dikatakannya, program Pemkot Semarang terkait pembangunan Alun-Alun Lama Kota Semarang ini tentu akan menghapus keberadaan Pasar Yaik. Pihaknya meminta agar pemerintah tidak boleh asal-asalan menghapus Pasar Yaik, mengingat keberadaannya merupakan pasar resmi. “Penghapusan Pasar Yaik harus melalui mekanisme perundang-undangan,” tuntutnya.

Saat ini, kata dia, para pedagang Pasar Yaik resah dan mengalami kebimbangan. Namun demikian, mau tidak mau, kurang lebih 800 pedagang Pasar Yaik harus menerima keputusan dari pemerintah jika memang akan digusur.

Pihaknya menilai, sejauh ini kebijakan pemkot tersebut belum dibarengi dengan kesiapan pelaksanaan di lapangan secara matang. Ia pun mencontohkan penanganan pedagang pasca kebakaran Pasar Johar lalu.

“Salah satu contoh, hak-hak pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran belum sesuai. Jatah lapak yang dulu memiliki luas 9 meter, sekarang hanya diberikan 6 meter,” katanya.

Tidak hanya itu, jumlah pedagang Pasar Johar semula berjumlah kurang lebih 6.000 pedagang. Tetapi di lapangan saat ini “membengkak” mencapai 8.000 pedagang. “Jumlah sisa yang 2.000 pedagang ini dari mana?” ungkap dia mempertanyakan.

Karena itu, pihaknya berharap agar pemkot memberi perhatian serius terkait masalah para pedagang tersebut. Secara prinsip, pihaknya mendukung program pemerintah demi kemajuan pembangunan. Tetapi praktik di lapangan jangan sampai hak-hak pedagang dikorbankan. “Pemkot harus memberikan kepastian nasib para pedagang Pasar Yaik ke depan,” harapnya.

Kabid Perencanaan Dinas Pasar Kota Semarang, Nurkholis, mengatakan, pembahasan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Pasar Johar dan Alun-Alun Lama Kota Semarang telah tahap akhir. Relokasi pedagang Pasar Yaik sendiri telah disiapkan lahan seluas 4 hektare di lahan wakaf Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Para pedagang Pasar Yaik nantinya bisa dijadikan satu bersama dengan Pasar Induk Johar atau dibangunkan pasar baru,” kata Nurkholis di sela acara Focus Group Discussion (FGD) Detail Engineering Design (DED) Revitalisasi Pasar Johar Semarang di Hotel Aston Semarang, Senin (5/12) kemarin.

Pihaknya mengakui, merelokasi pedagang tidak mudah. Terlebih melibatkan banyak pedagang seperti di Pasar Yaik yang telah berjualan dalam waktu lama. Namun demikian, revitalisasi Pasar Johar dan mengembalikan fungsi Alun-Alun Lama Kota Semarang akan direalisasikan.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan Nadhir (pengelolah lahan wakaf) MAJT, dan sudah mendapatkan jawaban, yang akan dilanjutkan MoU kerja sama lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, kerja sama tersebut harus bisa diselesaikan. Sehingga awal 2017 bisa melakukan pembangunan pasar untuk relokasi. Sesuai rencana penyusunan DED, pembangunan akan dilakukan pada 2017. “Maka diharapkan, sebelum akhir tahun ini pedagang sudah direlokasi,” katanya.

Mengenai anggaran sewa lahan, Nurkholis mengaku belum bisa memastikan besarannya. Pihaknya masih menunggu hasil rekap tim appraisal. Anggaran tersebut akan dianggarkan di anggaran APBD perubahan. “Terkait revitalisasi Pasar Johar, nantinya bangunan yang bersifat konservasi akan didahulukan. Baru setelah itu dilanjutkan ke bangunan yang non konservasi,” terangnya.

Menurutnya, bangunan konservasi di Pasar Johar harus didahulukan. Pascakebakaran, ada beberapa struktur bangunan Pasar Johar yang dalam kondisi mengkhawatirkan. Sebagian struktur asli masih kokoh. “Nah, beberapa struktur  bangunan konservasi yang mengkhawatirkan ini harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu,” katanya. (amu/aro)

BAGIKAN