Sedimentasi Sungai Pengkok Bikin Was-was

42
DARURAT: Tebalnya sedimentasi sungai Pengkok sudah hampir menyamai tingginya jembatan beton yang melintas di atas sungai itu, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARURAT: Tebalnya sedimentasi sungai Pengkok sudah hampir menyamai tingginya jembatan beton yang melintas di atas sungai itu, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sedimentasi sungai Pengkok di Dusun Pengkok, Desa Njumpang, Kabupaten Semarang, sangat tinggi. Warga berharap pemkab segera melakukan pengerukan. Dikhawatirkan ketika hujan, sungai tiak mampu menampung debit air yang mengingkat, sehingga akan meluber ke permukiman.

Menurut Kades Njumpang, Muh Jamil ketika hujan deras air tidak dapat tertampung sepenuhnya di sungai. “Akibatnya kerap masuk ke pemukiman warga yang lokasinya tidak jauh dari sungai,” ujar Jamil, Senin (5/12).

Tebalnya sedimentasi juga sudah menyamai jembatan beton yang ada di desa itu. Alhasil, warga desa tidak berani menyeberang sungai ketika debit air tinggi karena takut terseret arus.

Apalagi ditambah dengan musim hujan seperti ini. Dimana debit air sungai Pengkok selalu tinggi. Meski belum menelan korban jiwa, warga berharap segera mendapatkan penanganan terkait sedimentasi sungai tersebut. Selama ini warga dihimbau mengungsi di lokasi aman ketika hujan deras turun.

Seperti yang dilakukan Suraji, 42, yang memilih mengungsi ke rumah adiknya yang rumahnya 1 kilometer dari sungai Pengkok. “Kalau tidak segera dikeruk, bisa saja sewaktu-waktu terjadi bencana air bah. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka kami mengungsi dulu,” kata Suraji.yang jarak rumahnya sekitar 20 meter dari bibir sungai.

Basrowi, 40, warga lain menambahkan, banyak warga yang was-was dengan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan. “Kami warga Desa Njumpang terutama yang berdomisili di sekitar sungai senantiasa merasa was-was. Takutnya sedimen itu ikut terbawa air bah dan menerjang rumah kami,” katanya.

Dikatakan Basrowi, warga juga pernah menyurati langsung ke Bupati Semarang agar dilakukan penindakan. “Namun tidak pernah ada tanggapan sampai kini,” ujarnya.

Sungai yang memiliki lebar lebih dari 7 meter tersebut memang dipenuhi sedimen sampah, pasir, dan bebatuan. Bahkan tebalnya sedimentasi juga sudah menyamai dengan tingginya jembatan beton yang melintas di atas sungai itu.

Terpisah, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang akan mengupayakan pengerukan sedimentasi sungai Pengkok. Kepala DPU Totit Oktorianto juga berharap agar warga setempat juga memberikan pernyataan tertulis tentang kondisi yang dihadapi itu. “Nantinya dari pernyataan tertulis itu akan saya lanjutkan ke bupati dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) selaku yang berwenang dalam penanganan sungai,” katanya. (ewb/zal)

BAGIKAN