Kades Lembu Teramcam Dicopot

57

UNGARAN – Kades terpilih Desa Lembu Kecamatan Bancak, Supiyan Mugiono, terancam dicopot dari jabannya jika terbukti menggunakan ijazah palsu saat mengikuti Pilkades serentak beberapa waktu lalu.

Kasubid Kelembagaan Pemerintahan Desa Bapermasdes Kabupaten Semarang, Aris Setiyawan mengatakan pencopotan dilakukan jika gugatan dari rival dalam pilkades disetujui oleh pihak pengadilan.

“Kalau sudah memiliki kekuatan hukum tetap dan terbukti di pengadilan ia (kades terpilih) menggunakan ijazah palsu, maka akan diberhentikan dari jabatannya tersebut,” kata Aris, Senin (5/12).

Seperti diketahui, Kastin calon kades dalam Pilkades Desa Lembu melaporkan kades terpilih, Supiyan Mugiono, ke Polres Semarang karena dugaan penggunaan ijazah palsu.

Dikatakan Aris, proses setelah pemberhentian yaitu pelaksanaan Pilkades antar waktu. “Permasalahan itu seharusnya sudah selesai pada tahap verifikasi data calon kepala desa. Saat panitia meloloskan, berarti memang tidak ada permasalahan berkas calon,” kata Aris.

Ditandaskan Aris, pihak panitia juga sudah melakukan klarifikasi faktual ke instansi yang mengeluarkan berkas tersebut. “Panitia sudah ke sekolah dan dinas pendidikan. Namun pihak dinas pendidikan memang belum mau mengeluarkan rekomendasi terkait ijazah yang digunakan,” katanya.

Sehingga tidak ada alasan bagi panitia untuk menolak berkas yang diajukan tergugat saat proses Pilkades serentak. “Dengan pertimbangan itu panitia meloloskan berkas tersebut karena semua langkah-langkah sudah ditempuh. Untuk melihat asli tidaknya panitia tidak bisa melakukan uji forensik,” katanya.

Selain itu, saat klarfikasi faktual berkas juga melalui persetujuan semua calon dan saksi yang berasal dari perwakilan masyarakat setempat. “Juga sudah ada pernyataan tertulis. Makannya berlanjut hingga penetapan calon hingga pemungutan suara pada 16 oktober,” katanya.

Menurut Aris, adanya gugatan tersebut disebabkan faktor ketidak puasan terhadap hasil Pilkades di Desa Lembu oleh rival kades terpilih. Meski begitu, adanya gugatan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan tahapan dalam pilkades.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Hartono mengatakan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut baru memasuki tahap pengaduan. “Belum sampai ke pelaporan, baru pengaduan. Kita pun baru melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan tersebut,” kata Hartono. Ia juga berjanji akan melakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dalam penanganan kasus tersebut. (ewb/zal)

BAGIKAN