Kabur, Dua Tahanan Polsek Ditembak Mati

586

SEMARANG- Dua tahanan Polsek Semarang Utara ditembak mati setelah kabur dari sel tahanan. Keduanya, Muhammad Kalvin Prasetya,18, warga Jalan Petek, Dadapsari, dan Dedi Supriadi alias Bobrok, 23, warga Jalan Layur, Kampung Kranjangan Besar, Dadapsari, Semarang Utara. Tersangka ditahan terkait kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Semarang Utara.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kedua tersangka diketahui kabur dari sel tahanan, Senin (14/11) sekitar pukul 04.00 pagi kemarin. Modus yang digunakan tersangka menggunakan kunci duplikat, dan memanfaatkan kelengahan petugas jaga. Meskipun berhasil membuka pintu sel, namun beberapa tahanan lain yang satu ruangan dengan kedua tersangka tidak ikut kabur.

Pasca kejadian itu, aparat setempat melakukan pencarian kedua tersangka. Kaburnya dua tahanan itu lolos dari endusan para wartawan. Koran ini baru mengetahui setelah mendapat kabar kalau kedua tersangka tewas ditembak mati petugas di Cikampek, Jawa Barat.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, membenarkan jika dua tahanan yang kabur tersebut telah ditembak mati.  “Karena kabur, sudah kita matikan di Jakarta sana. Bukan dengan tangan saya sendiri, tapi saya minta tolong sama kawan-kawan yang ada di Jakarta. Mereka sudah lari di Cikampek,” tegasnya.

Abiyoso menegaskan, kedua tersangka memang layak dimatikan lantaran melarikan diri dari sel tahanan polsek. Ia tidak membeberkan kronologi kedua tersangka tersebut ditembak mati, termasuk waktu kejadiannya.

“Kalau menanyakan alasan saya mematikan, ya karena mereka melarikan diri. Itu sudah seperti janji saya saat masuk di wilayah Semarang sini. Saya sudah matur di forum, kalau pencoleng-pencoleng dan pelaku kejahatan tidak bisa menghentikan aksinya ya dengan segala keterpaksaan dan berat hati, saya akan mengurangi. Akan kita kurangi,” tegasnya.

Abiyoso sendiri juga tidak mengetahui secara persis bagaimana cara kedua tersangka kabur dari tahanan Polsek Semarang Utara. Namun menurut informasi yang diperolehnya, kedua tahanan tersebut kabur ketika ada pembezuk.

“Kalau modusnya bisa kabur, mungkin kapolsek yang bisa menjelaskan secara rinci. Kalau gak salah, kejadiannya pas keluarga pacarnya atau siapa sedang membezuk. Kalau soal kabur yang menjadi tanggungjawab kapolseknya. Kalau masalah matinya, saya yang tanggungjawab,” katanya.

Hasil penelusuran koran ini, dua tahanan yang kabur tersebut ditangkap pada Minggu (19/9) silam. Keduanya dibekuk empat jam setelah membobol toko sembako milik Abdullah, 22, warga Semarang Utara. Dalam aksinya, dua pencuri nahas itu berhasil membawa kabur uang tunai Rp 3,5 juta dan 33 slop rokok. Mereka masuk toko dengan cara mencongkel pintu belakang. (mha/aro)

BAGIKAN