Gudang Oli Ludes Terbakar

Satu Los Pasar Jatingaleh dan Pedamaran Juga Ludes

54
BANGUNAN TUA TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan oli PT Rajawali di Jalan Arteri Pelabuhan Tanjung Emas, Bandarharjo, Semarang Utara, kemarin. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUNAN TUA TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan oli PT Rajawali di Jalan Arteri Pelabuhan Tanjung Emas, Bandarharjo, Semarang Utara, kemarin. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Sebuah bangunan tua di Jalan Arteri Pelabuhan Tanjung Emas, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara yang disewa PT Rajawali sebagai gudang oli, ludes terbakar, Senin (5/12) sekitar pukul 13.30 kemarin. Belum diketahui penyebab kebakaran yang menghanguskan  bangunan cagar budaya bernama ‘Marabunta’ tersebut. Selain membakar bangunan PT Rajawali, si jago merah juga menghanguskan truk yang terdapat di dalam gudang.

Saksi mata di lokasi kejadian, Ahmadi, 50, warga sekitar mengatakan, sumber kebakaran diduga berasal dari bangunan PT Rajawali yang berada di kompleks Gedung Marabunta. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab munculnya kobaran api tersebut. “Pas kerja, tahu-tahu melihat api sudah membumbung tinggi dari bangunan untuk penyimpanan oli itu,” kata pekerja PT Teguh Makmur, perusahaan satu kompleks dengan PT Rajawali ini.

Menurut Ahmadi, saat terjadi kebakaran, ia melihat ada pegawai PT Rajawali yang sedang beraktivitas di dalam gudang. “Tadi ada orang yang bekerja. Setiap hari juga ada truk yang keluar masuk gudang. Kalau pemiliknya saya tidak tahu,” ujarnya.

 

Warga lain, Sujanto, mengaku, saat terjadi kebakaran, mendengar suara ledakan yang diduga bersumber dari lokasi kebakaran. Kebetulan di dalam gudang terdapat ratusan drum berisi oli. Pihaknya juga melihat kobaran api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat. “Tahunya pas saya melintas di Jalan Arteri Yos Soedarso. Saya melihat ada kebakaran dan terdengar suara ledakan,” katanya.

 (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kasie Operasional Pemadam Kebakaran, Dinas Kebakaran Kota Semarang, Sumarsono, menjelaskan, titik api berada di tengah gudang PT Rajawali. Api cepat membesar, karena di lokasi banyak oli yang mudah terbakar. “Titik kebakaran berada di tengah, tapi api sudah bisa kita lokalisir. Jadi, tebalnya asap ini karena ada unsur dari oli,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian.

Sumarsono mengatakan, upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran. Lokasi kebakaran yang berada di pinggir Kali Semarang memudahkan petugas untuk menyalurkan selang, dan bisa langsung disemprotkan ke titik kebakaran. “Kalau kendala saya rasa tidak ada. Hanya saja, warga yang berkerumun menyaksikan kebakaran di lokasi kejadian sempat mengganggu kendaraan pemadam yang menuju lokasi kejadian,” ujarnya.

 

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Sulkan, mengaku, belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Pihaknya hanya mengatakan jika bangunan yang terbakar adalah gudang penyimpanan oli. “Yang jelas ini gudang penyimpanan oli.  Kita belum bisa menghubungi pemiliknya. Belum bisa kita cek, yang penting api sudah bisa dipadamkan, dan kita lokalisir supaya tidak merembet ke gudang-gudang lainnya,” katanya.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.  Terkait gudang yang terbakar masuk bangunan cagar budaya (BCB), Sulkan akan berkoordinasi dengan tim Badan Pelestarian Cagar Budaya yang ada di Kota Lama.

 (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hal senada diungkapkan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji. Ia juga belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, bangunan yang terbakar telah dipasang police line. “Penyebab pastinya kita belum tahu. Sementara kita police line, biar Tim Inafis (Polrestabes) bekerja dulu, nanti hasilnya kita sampaikan,” janjinya.

Selain di Semarang Utara, si jago merah kemarin juga membakar satu los di Pasar Jatingaleh.  Ironisnya, los tersebut sudah pernah terbakar hingga lima kali. Kebakaran terjadi Senin (5/12) sekitar pukul 02.00 dini hari. Los berukuran sekitar 2 meter  x 3 meter itu terletak di pinggir akses menuju jalan tol Jatingaleh.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli, mengatakan, api sempat membakar meja kursi, dan berhasil dipadamkan sebelum merembet ke los yang lain. “Los itu milik pedagang bernama Sri, warga Tinjomoyo RT 2 RW 8. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Retno mengatakan, los yang terbakar tersebut sudah tidak dipakai untuk berjualan oleh pemiliknya kurang lebih dua tahun ini. Bahkan, kebakaran yang terjadi kali ini bukan kali pertama. “Selama tidak aktif berjualan, warung itu pernah terbakar 2 kali. Dulu semasa aktif berjualan juga pernah kebakaran 2 kali. Waktu kebakaran, terjadi pada jam yang sama yakni tengah malam hingga dinihari,” bebernya.

Kebakaran los itu berhasil dipadamkan setelah pihak Dinas Kebakaran Kota Semarang menurunkan 3 unit mobil damkar. Selain Pasar Jatingaleh, kebakaran juga terjadidi Pasar Pedamaran. “Musim  seperti ini banyak terjadi kebakaran. Warga harus waspada,” jelasnya.

Kabid Penataan Dinas Pasar Kota Semarang, Bachtiar Effendi, mengakui adanya sebuah los yang terbakar di dalam Pasar Jatingaleh. Namun, los tersebut sudah lama tidak ditempati pemiliknya. “Iya, yang terbakar hanya satu los. Itu sudah lama tidak dipakai,” jelasnya. (mha/aro)

BAGIKAN