BPBD Ancam Blacklist Rekanan

41
DIPERPANJANG : Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi peninggian jalan di Desa Mulyorejo, yang diperpanjang karena lokasi proyek sering tergenang banjir rob. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DIPERPANJANG : Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi peninggian jalan di Desa Mulyorejo, yang diperpanjang karena lokasi proyek sering tergenang banjir rob. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Senin (5/12) memperpanjang semua proyek rehabilitasi dan rekonstruksi peninggian jalan, yang ada di Kecamatan Wonokerto, hingga 25 Desember mendatang. Hal itu dilakukan setelah 4 rekanan pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya pada 18 November lalu.

Adapun beberapa proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan yang diperpanjang adalah betonisasi di Desa Wonokerto, senilai Rp 8,9 miliar, yang telah mencapai 90 persen pekerjaan, proyek jalan tembus Desa Api-Api senilai Rp 2,1 miliar, baru mencapai 32 persen, dan proyek pavingisasi sepanjang 500 meter senilai Rp 1,2 miliar, baru selesai 56 persen.

Direktur CV Maeka Mandiri, Noval Maeka, mengungkapkan pihaknya siap untuk di blacklist jika pekerjaan pavingisasi  di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto tidak selesai tepat waktu. Dia juga siap membayar denda dari perpanjangan waktu yang diberikan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

Menurutnya molornya pekerjaan senilai Rp 1,2 miliar tersebut karena pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja, dan jalan menuju lokasi proyek yang selalu digenangi banjir rob. Sehingga kesulitan untuk membawa material bangunan ke lokasi proyek. “Kita akan nambah tenaga kerja, agar semua selesai tepat waktu, dan kami juga siap untuk di blacklist jika pekerjaan ini tidak selesai,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur CV Temu Redjeh, Ahmad Yudhi, yang baru menyelesaikan 30 persen para proyek pembuatan jalan di Desa Api-Api, dari 80 persen pekerjaan yang harus diselesaikannya. Sulitnya lokasi proyek karena selalu tergenang rob, membuat pekerjaannya sering terganggu.

Menurutnya molornya pekerjaan pembuatan jalan karena bagian perencanaan BPBD Kabupaten Pekalongan, ketika membuat perencanaan tidak sesuai dengan lokasi di lapangan. Sehingga menyulitkan rekanan ketika akan mengerjakan proyek tersebut.

“Pada perencanaan BPBD, kedalaman air saat rob hanya 0,5 meter. Tapi kenyataannya lebih dari 1,5 meter ketika puncak rob tiba. Sehingga kami kesuitan saat pengurukan, dan akhirnya pekerjaan kami banyak yang tertunda,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menandaskan proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan, serta pavingisasi ruas jalan adalah proyek bantuan penanggulangan bencana rob, yang dibiaya APBN tahun 2016 senilai Rp 15 miliar, di Kecamatan Wonokerto tidak selesai tepat waktu. Karena adanya curah hujan yang tinggi, dan banjir rob menggenangi semua lokasi proyek.

Menurutnya diberikannya perpanjangan waktu pada semua rekanan, berdasarkan kesepakatan dan rekomendasi dari Pejabat Pembuat Komitmen, Pengawas Pelaksana Kegiatan dan pihak rekanan sendiri.

“Perpanjangan waktu hingga tanggal 25 Desember sudah kita berikan, jika rekanan tidak menyelesaikan proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan sesuai jadwal, maka kami akan bayar yang hanya dikerjakan. Namun jika tidak sesuai harapan, maka rekanan akan kita blacklist, dan kita umumkan,” tandas Bambang Djatmiko. (thd/ric)

BAGIKAN