Basket Putri Bidik Hat-trick Emas PON

47
JATUH BANGUN: Yuni Anggraeni dkk harus melalui perjuangan keras sebelum akhirnya meraih medali emas di PON 2016 lalu di Bandung. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JATUH BANGUN: Yuni Anggraeni dkk harus melalui perjuangan keras sebelum akhirnya meraih medali emas di PON 2016 lalu di Bandung. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Prestasi luar biasa mampu ditunjukkan oleh tim basket putri Jateng di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak tangung-tanggung tim putri Jateng berhasil menyabet dua kali medali emas secara beruntun di even paling bergengsi tersebut.

Medali emas pertama dipersembahkan tim asuhan Xaverius Wiwid di ajang PON Riau 2012 lalu. Kemudian di ajang yang sama yaitu PON XIX di Jabar 2016 kemarin, tim putri Jateng kembali menorehkan hasil serupa yaitu menyumbang medali emas setelah mengandaskan DKI Jakarta di final yang berlangsung superseru.

Tak ingin berhenti di situ, General Manajer (GM) tim basket PON Jateng, Poa Seng Goeng ditemui kemarin mengatakan, saat ini tim basket Jateng akan langsung start untuk membidik gelar hattrick juara di PON Papua 2020 mendatang. “Tidak mudah memang, bahkan tantangannya akan lebih berat dibanding mempertahankan gelar juara pada PON Jabar lalu. Namun dengan kerja keras seluruh elemen tim kami yakin bisa kembali memberikan yang terbaik di PON selanjutnya,” kata Poa Seng.

Hal senada juga diungkapkan oleh Manajer tim putri Jateng, David Song. Persiapan matang menghadapi PON dinilai menjadi kunci sukses tim basket putri Jateng dalam dua kali PON terakhir kemarin. “Apalagi kami juga perbanyak try out dengan tim-tim kuat termasuk kami juga try out ke Malaysia. Jadi kuncinya kami harus bisa memanfaatkan waktu persiapan semaksimal mungkin. Apalagi dengan  status juara bertahan kami tidak ikut babak kualifikasi PON,” bebernya.

Jika ditilik dari aturan pembatasan usia, hanya akan ada tiga pemain tersisa yang masih bisa dimanfaatkan untuk turun di PON Papua 2020. Ketiganya yaitu Diah Lestari, Sofiana Widiastuti dan Jesslyn Rasali. “Di PON Jabar kemarin kami juga masih bisa menurunkan dua pemain yang juga tampil di PON Riau yaitu Yuni Anggraeni dan Mariam Ulfah. Keduanya memiliki pengalaman tampil di PON dan itu cukup berarti,” sambung David.

Selain itu, program dengan menurunkan tujuh pemain mereka di kompetisi basket proofesional bersama tim Sahabat musim 2015-2016 kemarin cukup memberikan jam terbang kepada Yuni Angraeni sebelum bertarung di PON Jabar. “Liga profesional memberikan atmosfir kompetisi yang tidak kalah ketat dengan PON dan itu cukup membantu pemain-pemain muda kami untuk menambah pengalaman serta jam terbang,” tambah head coach tim basket putri Jateng, Xaverius Wiwid. (bas/smu)

BAGIKAN