Wujudkan Kampung Digital, Saatnya Pemuda Aksi Nyata

Pemuda Smart City DPD KNPI Kota Semarang 2016

60
PEMBUKAAN: Nana Storada mewakili Wali Kota Semarang (tengah, kelima dari kiri), Ketua MPI Kota Semarang Joko Santoso (keempat dari kiri), dan Ketua DPD KNPI Kota Semarang M Choirul Awaludin (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan pejabat dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di sela pembukaan kegiatan Pemuda Smart City di Gedung Serba Guna Kelurahan Bandarharjo. (FOTO: AHSAN FAUZI/JAW APOS RADAR SEMARANG)
PEMBUKAAN: Nana Storada mewakili Wali Kota Semarang (tengah, kelima dari kiri), Ketua MPI Kota Semarang Joko Santoso (keempat dari kiri), dan Ketua DPD KNPI Kota Semarang M Choirul Awaludin (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan pejabat dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di sela pembukaan kegiatan Pemuda Smart City di Gedung Serba Guna Kelurahan Bandarharjo. (FOTO: AHSAN FAUZI/JAW APOS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Semarang selama dua hari, Sabtu-Minggu (2-3/12) menggelar kegiatan Pemuda Smart City bertajuk “Membangun Kampung Pemuda Produktif dan Inovatif menuju Semarang Hebat”. Kegiatan selama dua hari tersebut terpusat di Gedung Serba Guna Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Ketua Panitia Pemuda Smart City Kota Semarang 2016, Arya Setya Novanto, menjelaskan, dalam program Pemuda Smart City tersebut, pihaknya menggelar beragam kegiatan, di antaranya, pengobatan gratis, pelatihan kewirausahaan (pembuatan website, blog dan IT), tanam pohon, penyuluhan HIV/AIDS, nonton bareng (nobar) dan jalan sehat.

“Kegiatan yang kita gelar ini mencakup berbagai aspek atau bidang. Mulai bidang kesehatan, ekonomi, pembangunan, hiburan serta olahraga. Semuanya kita persembahkan untuk Pemuda dan masyarakat Kota Semarang pada umumunya,” kata Arya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela acara, kemarin.

Ketua DPD KNPI Kota Semarang, M Choirul Awaludin, menuturkan, sudah saatnya pemuda tak hanya membuat kegiatan seminar dan pelatihan saja. Namun pemuda harus berkiprah nyata dengan mengadakan kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat luas.

“Pemuda harus survive, mandiri, kreatif dan inovatif. Harus bisa berbuat untuk lingkungannya, kampungnya dan kotanya,” harapnya.

Bung Awal –sapaan akrab M Choirul Awaludin– menjelaskan, kegiatan kewirausahaan, seperti kegiatan pembuatan website, blog dan IT yang digagas pihaknya adalah bagian untuk membekali pemuda, supaya punya keterampilan dan bisa bersaing di era yang sangat kompetitif ini.

“Jika pemuda sudah mempunyai pengetahuan cukup soal IT, bisa memasarkan produk-produknya melalui medsos (media sosial). Kami bertekad, ingin menciptakan kampung digital, dimulai dari sini (Bandarharjo, Red), nantinya bisa meluas ke kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Lunpia,” ucapnya optimistis.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Semarang, Joko Santoso, mengaku siap mendukung gagasan dan program DPD KNPI Kota Semarang. “Saya sepakat, pemuda harus mempunyai skill. Selain itu, pemuda harus punya nasionalisme. NKRI harga mati,” tegas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini. (san/adv/aro)

BAGIKAN