Jadi Dosen Tak Harus Lulus S2 dan S3

Menteri Susi Resmi Terima Gelar Doktor dari Undip

131
PENGANUGERAHAN GELAR : Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama saat memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Menteri Susi dalam Rapat Senat Terbuka Undip, di Gedung Prof Soedarto, Tembalang, Sabtu (3/12) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGANUGERAHAN GELAR : Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama saat memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Menteri Susi dalam Rapat Senat Terbuka Undip, di Gedung Prof Soedarto, Tembalang, Sabtu (3/12) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Dunia kampus harus diselaraskan dan mengkombinasikan antara akademis dan non akademis. Karena itulah, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, menggagas syarat menjadi dosen tidak harus minimal magister atau doktoral, tapi hanya lulus strata 1 pun bisa diterima. Dengan catatan harus memiliki kompetensi di bidangnya.

”Jadi ke depan, yang ingin menjadi dosen bukan dari doctor. Tapi dia yang punya pengalaman, bisa menjadi dosen. Sehingga pendidikan akan menjadi selaras dan ada kombinasi antara akademis dan non akademis,” katanya saat menyaksikan langsung ketika Undip memberikan Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dalam Rapat Senat Terbuka Undip, di Gedung Prof Soedarto, Tembalang, Sabtu (3/12) kemarin.

Gagasan Nasir tersebut dilontarkan lantaran saat ini banyak ahli di bidang praktis, namun tidak memiliki keahlian di bidang akademik. Namun, kompetensi yang dimiliki oleh orang tersebut, setara dengan dimiliki para ahli yang sarjana.

”Karena itu, kami membentuk Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI). Ada level 1-9, dan kebetulan Bu Susi mendapatkan dari Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) sertifikasi tentang kelautan dan perikanan di level 9. Artinya beliau setara dengan seorang doctor,” ujarnya.

Gelar doktor honoris causa yang diberikan kepada menteri Susi, lanjutnya, juga untuk menepis anggapan bahwa gelar tidak harus diberikan kepada sarjana. “Indonesia harus berubah dalam hal menyikapi dunia perguruan tinggi. Yang selama ini bidang akademik dilihat sebagai yang terbaik, tapi secara empiris belum tentu bisa diterapkan. Karena itu, harus ada kolaborasi antara akademis dengan non akademis,” tandasnya.

Sementara itu Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengatakan bahwa pemberian penghargaan terhadap Menteri Susi, lantaran apa yang dilakukannya telah memenuhi kaidah-kaidah dalam proses akademis. Di antaranya, telah meletakkan dasar-dasar prosedur dan capaian serta evaluasinya dalam melakukan kebijakan.

“Kebijakan Menteri Susi yang diikuti tindakan nyata, oleh Undip dianggap sebagai konsistensi dalam ilmu pengetahuan dengan praksis. Sebagai pribadi, beliau meletakkan 3 dasar utama dalam pembangunan maritim. Kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan,” terang dia.

Yos berharap dengan gelar doctor ini, Menteri Susi semakin tegar dan kuat dalam menggelorakan kedaulatan Indonesia dan kebijakan yang diambil semakin mensejahterakan rakyat Indonesia.

Sedangkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi dan salut dengan Menteri Susi. Sebagai lulusan SMP, tapi paham betul dalam menentukan tahapan-tahapan akademis. Dan Undip telah membuat gebrakan yang luar biasa, yakni kenekatan memberikan gelar kepada Menteri Susi yang notabene-nya seseorang yang tidak berpendidikan. “Saya berharap, Menteri Susi semakin arif bijaksana dan tidak memusuhi akademisi yang menyerangnya dengan gelar doktornya,” ujar Ganjar yang mengundang tawa hadirin. (sga/ida)

BAGIKAN