Gubernur Jadi Viral, Kepala Balitbang Ketagihan

Trend Mengunggah Video Mannequin Challenge

36
TOLAK PUNGLI : Gubernur Ganjar saat pengambilan gambar untuk video mannequin challenge bertema menolak pungli dengan durasi 0:45 detik, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PUNGLI : Gubernur Ganjar saat pengambilan gambar untuk video mannequin challenge bertema menolak pungli dengan durasi 0:45 detik, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Virus mannequin challenge tak hanya merasuki kawula muda, politisi dan artis. Kini, sejumlah personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng pun ketularan. Tidak terkecuali Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Seperti apa?

Beberapa waktu lalu, Gubernur Ganjar memamerkan video mannequin challenge di akun media sosialnya. Dalam video berdurasi 0:45 detik itu, Ganjar mengangkat tema menolak pungutan liar (pungli). Ganjar yang mematung, dikerubuti wartawan, seolah sedang diwawancara. Dia memasang muka geram sambil menunjuk seseorang yang sedang memberikan amplop kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jateng, Tegoeh Wynarno Haroeno dan sejumlah staf Balitbang Jateng. Pemberi amplop berbaju merah itu juga tampak dicegah oleh seseorang. Video manequin challange tersebut langsung menjadi viral di media sosial. Beberapa netizen juga melempar pujian kepada Gubernur Ganjar.

Pembuatan manequin challenge ini sebenarnya didalangi awak media yang biasa mencari berita di lingkup Pemprov Jateng. Skenarionya boleh dibilang spontanitas.¬†Yusuf Hanggara, sang pengambil gambar menceritakan, ide membuat mannequin challenge bersama Ganjar sebenarnya sudah lama diidamkan. “Begitu ada kesempatan, langsung ambil saja. Kebetuan Pak Ganjar bersedia meluangkan waktu, dan teman-teman media juga cukup komplit,” ucap kameramen salah satu stasiun televisi swasta ini.

Awalnya, konsep mannequin challenge yang akan direkam belum jelas. Setelah diskusi singkat dengan awak media lain, muncul gagasan untuk memberikan pesan yang selama ini digembar-gemborkan Ganjar. “Soal tolak pungli. Sebelum syuting dengan Pak Ganjar, kami sempat melakukan latihan atau gladi bersih dahulu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Jateng, Tegoeh Wynarno Haroeno mengaku cukup bangga bisa melakukan mannequin challenge dengan gubernur. Apalagi ada pesan yang disampaikan dalam video singkat tersebut.

Menurutnya, konsep mannequin challenge ini bisa menjadi iklan sosial inovatif yang bisa dikonsumsi masyarakat dan kalangan ASN. “Bangganya lagi, video ini dibuat di kantor Balitbang Jateng. Kan pas. Di tempat inovasi juga,” tuturnya.

Dia berharap, ke depan bisa membuat video mannequin challenge lagi. Entah bersama stafnya sendiri atau melibatkan inovator-inovator di Jateng. Hanya saja, konsepnya yang sedang dia godog. Dia tidak ingin hanya sebatas membuat video tanpa pesan. “Pokoknya seputar program-program Pemprov Jateng,” ucapnya.

Di lain pihak, psikolog dari RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro mengapresiasi kalangan ASN yang mau melakukan mannequin challenge. Dia melihat, para pejabat mampu berkomunikasi secara casual tanpa meninggalkan pesan formal.

Sebab secara psikologis, lanjutnya, pesan yang disampaikan lewat gambar, mudah direkam oleh penonton. Apalagi video tersebut unik. Pesan yang disampaikan jauh lebih awet daripada lewat tulisan atau pidato formal. “Pesan menolak pungli itu kan formal. Tapi bisa dikemas santai. Ini akan terpatri di ingatan siapa saja yang melihat,” tegasnya.

Probo juga melihat, pemerintah cukup jeli dalam menyampaikan informasi. Ketika tahu masyarakat sedang gandrung mannequin challenge, pemerintah juga melakukannya. “Bidikan pasarnya lebih jelas. Dan pasti dilihat karena lagi ngetren. Saya rasa ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan ke masyarakat,” cetusnya. (amh/ida)

BAGIKAN