Butuh Inovasi Pembebasan Lahan Tol

62
Siti Mualifah, Atlet Potensial Takraw Salatiga Yang Kini Berjuang Melawan Penyakit

SEMARANG-DPRD meminta agar Pemprov Jateng bisa bergerak cepat dalam pembebasan lahan tol di Jateng. Selama ini, persoalan pembebasan lahan selalu menjadi kendala utama, sehingga pembangunannya juga selalu molor.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siti Ambar Fatonah mengatakan bahwa persoalan lambannya pembebasan lahan harus diputus. Sebab, jika tidak maka pembangunan tol akan selalu terkendala dan masyarakat yang selalu dirugikan. “Ini masalah klasik, jadi harus dicarikan solusinya,” katanya.

Pemprov Jateng bisa belajar dari kebijakan Provinsi Lampung yang berhasil dalam penyediaan lahan untuk proyek jalan dan minim persoalan di lapangan. Bahkan, saat ini tengah mengerjakan proyek jalan tol Trans Sumatera yang melintasi dari Pelabuhan Bakaheuni Kabupaten Lampung Selatan hingga Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

“Disana sukses karena Provinsi Lampung dalam pembebasan lahan jalan tol merupakan koordinasi lintas pemangku kebijakan yang terlibat. Selain itu, kerjasama yang baik dengan semua stake holder,” ujarnya.

Untuk meminimalisasi potensi masalah, ternyata Pemprov Lampung mengakses desain (blue print) dari perencana sehingga dapat memberi masukan kepada desainer mengenai kendala-kendala yang akan dihadapi berdasarkan detail gambar. Seperti misalnya  apabila dalam perencanaan, jalan tol akan melintasi pemakaman atau tempat yang dikeramatkan, Pemprov Lampung mencari jalur alternatif yang lebih aman. “Kami berharap di Jateng proses pembebasan lahan tol bisa cepat dan tidak molor. Agar program yang bermanfaat untuk masyarakat bisa cepat terealisasi,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, pembangunan tol di Jateng sangat mendesak dilakukan. Sayang, pemerintah selalu mendapat kendala sama yakni masalah pembebasan lahan yang cukup alot. Setiap kali pembangunan tol, pasti masalahnya pembebasan lahan. “Kondisi ini jelas sangat ironis, karena masalahnya selalu alot pembebasan lahan,” katanya.

Rencana pembangunan jalan tol di Jawa Tengah sudah dilakukan bertahun-tahun dan belum juga terealisasi. Jalan tol Batang-Semarang atau Semarang-Demak misalnya, sampai saat ini masih belum ada progres yang berarti. Padahal, program itu sudah bertahun-tahun diwacanakan sebagai alternatif mengurangi angka kemacetan di Jateng. “Pemprov bisa kreatif dan turun langsung saat sosialisasi pembebasan lahan yang dilintasi jalur tol. Agar pembebasan bisa cepat dan pembangunan bisa selesai sesuai target,” tambahnya. (fth/ida)

BAGIKAN