Bangun Kota Yang Ramah Untuk Semua

30
MAINKAN PERAN : Aggota Komunitas Sahabat Difabel mementaskan drama musikal dalam acara Urban Sosial Forum (USF) 4 di SMAN 1 Semarang, Sabtu (3/12) kemarin. (SIGIT ANRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAINKAN PERAN : Aggota Komunitas Sahabat Difabel mementaskan drama musikal dalam acara Urban Sosial Forum (USF) 4 di SMAN 1 Semarang, Sabtu (3/12) kemarin. (SIGIT ANRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Untuk membangun kota yang inklusif dan tangguh diperlukan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan maupun dalam penganggaran. Dengan demikian, kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dapat membangun infrastruktur dan norma sosial, mendukung aksesibilitas, mobilitas dan penerimaan warga marjinal.

“Kepedulian dan kehadiran kalangan difabel di acara ini, sangat kami apresiasi. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap segala perbedaan. Sehingga kita bisa bersama-sama mendorong pemerintah dalam membangun kota yang lebih partisipatif dan peduli terhadap kaum marjinal,” kata Ahmad Rifai, Pendiri dan Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, sekaligus penyelenggara utama Urban Sosial Forum 4 di SMAN 1 Semarang, Sabtu (3/12) kemarin.

Dengan mengangkat tema gotong royong dalam peringatan Hari Difabel Internasional dengan tema Another City Is Possible, USF berharap semua yang tinggal di Kota Semarang bisa diajak diskusi bersama mencari ide untuk menjadikan kota menjadi lebih baik. Mereka ingin semua pihak dapat membangun kota yang diinginkan oleh semua.

Acara tersebut dibuka dengan pertunjukan drama musikal yang dipentaskan anggota komunitas Sahabat Difabel Semarang. Mereka menampilkan drama berjudul Pelangi Hati, menceritakan seorang gadis penderita lemah otot yang ingin keluar rumah untuk berkumpul bersama teman-temannya.

”Karena gadis ini di rumah hanya berteman lukisan hasil karyanya saja, ia ingin pergi keluar rumah untuk berkumpul bersama kawan-kawannya,” ujar R Puput Isnaini pemeran utama dalam pertunjukan ini. Penampilan teman-teman difabel ini merupakan wujud komitmen USF dalam menciptakan kota impian yang ramah difabel. (sga/ida)

BAGIKAN