Ajak Bawahan Maju Bersama

47
MENGARAHKAN : Bagi Arinto, menjalin kedekatan dengan karyawan menjadi modal untuk meraih sukses bersama. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGARAHKAN : Bagi Arinto, menjalin kedekatan dengan karyawan menjadi modal untuk meraih sukses bersama. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menjadi Regional Head Smartfren North Central Java bukanlah hal yang mudah. Hal ini dirasakan oleh FJ. Arinto Utama. Terlebih tantangan di dunia telekomunikasi kian ketat dan persaingan dari kompetitor pun cukup sengit. Sebagai pimpinan, Arinto menanamkan rasa gotong royong, loyalitas yang tinggi dan kredibilitas bagi bawahannya agar bisa bersaing dengan kompetitor.

“Paling menantang adalah menemukan segmentasi user. Karena Smartfren bersaing dengan perusahaan lain yang lebih lama, diputuskan untuk meng create user sendiri,” tuturnya.

Baginya beberapa poin yang harus dipegang karyawannya yakni integritas, positif attitude, komitmen, inovasi dan loyal, serta perbaikan berkelanjutan. Dari semua poin tersebut, integritas adalah hal yang paling utama dan sangat diperlukan semua karyawan dari level terendah sampai top manager sekalipun.

“Kalau cuma takut saat diawasi itu percuma. Bekerja harus dengan atau tanpa pimpinan tetap loyal,” papar ayah dari Anselmus Audri Putra Utama dan Valeri Adelia Putri Utama ini.

Arinto sendiri menanamkan integritas kepada karyawannya dengan cara  learning by doing. Yang kedua adalah fokus apa yang dilakukan. Bisa diibaratkan pasukan harus berjalan seirama, untuk bekerja bersama dan tidak melenceng dari target. “Kalau memberi contoh, ya harus mau melakukan. Jangan hanya memerintah, semuanya harus dirangkul untuk berjalan bersama,” tegasnya.

Marketing ataupun galeri milik Smartfren yang ada, lanjut dirinya harus bisa menyampaikan keunggulan produk dengan lugas. Selain itu kesiapan atau ketersediaan produk pun harus terus dipantau dan dipenuhi agar pasar tidak kesulitan untuk mencari produk gadget ataupun pembelian data dan device dari Smartfren.

“Dengan adanya persaingan malah menempa saya ataupun semua karyawan untuk terus berkembang dan berinovasi. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan tanpa mengesampingkan kepuasan dari pelanggan,” bebernya.

Salah satu yang ditanamkan kepada bawahannya adalah kejujuran dari produk, harga yang wajar serta benefit atau manfaat bagi calon pelanggan. Selain itu yang tidak boleh dilupakan adalah  network atau jaringan yang prima agar tidak tertinggal dari kompetitornya.

“Di Jateng, bisa dibilang kami lebih kuat dan bisa bersaing dengan kompetitor lainnya. Pun dengan strategi yang dibidik adalah masyarakat yang mengeluarkan budget sesuai kebutuhan dengan sistem bundling yang memang sengaja disasar,” ungkapnya.

Selama enam tahun bekerja di Smartfren, ia memiliki berbagai pengalaman suka maupun duka. Sukanya adalah bangga jika produk yang ia jual bisa dipakai dan digunakan masyarakat secara luas. Sementara dukanya adalah ketika ada network problem sehingga layanan pelanggan terganggu.

“Untuk duka ini, bisa jadi pembelajaran dengan  melakukan koordinasi, jalan keluarnya tentu perbaikan network dengan menggnakan fiber optic maupun radio,” katanya.

Dirinya berharap bisa membawa Smartfren berjaya di Jawa Tengah. Namun ada setitik misi yang lebih mulia, yakni  bagaimana membuat semuanya bahagia, baik internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan. (den/ric)

BAGIKAN