Undip Beri Gelar Doktor untuk Menteri Susi

39
GELAR KEHORMATAN: Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bersama Rektor Undip Prof Yos Johan Utama dan Ketua Senat Akademik Prof Dr Soenarso saat jumpa pers, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR KEHORMATAN: Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bersama Rektor Undip Prof Yos Johan Utama dan Ketua Senat Akademik Prof Dr Soenarso saat jumpa pers, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan terima gelar Doktor Honoris Causa (DHC) di bidang Pembangunan Kelautan dan Perikanan dari Universitas Diponegoro (Undip). Prosesi penganugerahan gelar kehormatan akan dilakukan Sabtu (3/12) hari ini di Gedung Prof Soedarto Tembalang. Penghargaan ini disampaikan kepada Susi atas prestasi luar biasa yang telah dicapai, yakni dalam mengawal pembangunan di bidang kelautan dan perikanan.

Ketua Senat Akademik Undip, Prof Dr Soenarso mengatakan, penganugerahan ini merupakan usulan dari senat Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Undip. Selain itu, kata Soenarso, Undip juga memandang Menteri Susi telah berjasa dalam berkarya menyejahterakan masyarakat.

”Apa yang sudah dikerjakan Bu Susi dinilai sangat luar biasa, sesuai peraturan rektor juga tentu kita pahami bahwa perguruan tinggi lain juga menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa pada seseorang yang dinilai berjasa luar biasa, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ibu Susi,” katanya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan, Susi mendapatkan penghargaan ini bukan karena kapasitasnya sebagai menteri. Undip telah menilai secara akademik, terkait metodologi yang digunakan Susi dalam menerapkan kebijakannya.

Dalam menerapkan kebijakannya, Susi dinilai sangat runtut. Menteri Susi, jelas Prof Yos, memulai pada sisi kedaulatan, yang kemudian Menteri Susi juga memasukkan sisi keadilan. Tidak berhenti di situ, Susi juga melihat dari sisi sustainable (keberlanjutan), yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.  ”Ini suatu hal yang secara metode akademik tidak terbantahkan,” ujar Yos Johan Utama.

Sebelumnya, Susi juga telah memperoleh sertifikat kompetensi profesi bidang pembangunan kelautan dan perikanan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan jenjang kualifikasi level 9. Sertifikat ini, lanjut Yos, merupakan level tertinggi yang tidak mudah untuk didapatkan.

”Ini menjadi satu pelajaran penting bahwa orang hebat tidak harus muncul dari perguruan tinggi, salah satunya Ibu Susi,” katanya.

Mendapatkan gelar ini, Susi merasa antara terharu bercampur dengan rasa tersanjung. Ia yakin bahwa anugerah yang diberikan ini akan menjadikan dirinya lebih amanah dalam menjalankan tugas sebagai menteri.

”Tetap dengan pertanyaan apakah saya pantas mendapatkannya? Namun tentu saja saya mensyukurinya,” ujarnya.

Sebagai Doktor Honoris Causa atau tidak, dia mengatakan tetap menjadi seorang Susi. Gelar ini tidak akan mengubah dirinya dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya. Kebijakan yang, menurutnya, benar dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia.

”Barangkali akan saya pakai kalau saya diserang Doktor, saya juga Doktor lho,” ujarnya yang memancing tawa hadirin.

Sedikit dalam candaan, ia ceritakan mengenai anaknya yang komplain ketika mendengar bahwa Menteri Susi akan mendapat penghargaan sebagai Doktor dari Undip. Anaknya yang telah belajar dengan keras di kampus justru didahului oleh Menteri Susi dalam mendapatkan gelar sebagai Doktor.

Working hard dan study hard itu sama. Penghargaan akan datang setelahnya,” nasihat yang ia berikan kepada anaknya, meskipun ia tahu bahwa komplain anaknya itu juga bercanda.

”Mudah mudahan gelar ini bisa menjadi inspirasi. Seandainya Anda tidak bisa menyelesaikan sekolah Anda, kita jalankan dengan sebaik mungkin hidup ini. Integritas menjadi modal utama kita untuk menjadi terhormat. Apalah artinya gelar, harta dan lainnya kalau kita tidak punya integritas. Itu saja dari anak bangsa yang ingin memajukan negaranya,” pungkas menteri yang mengaku hanya lulus SMP ini. (sga/aro/ce1)

BAGIKAN