Staf Kejari Salatiga Diduga Bandar Sabu

Kejari Siapkan Sanksi Tegas

101
BANDAR: Dua tersangka penyalahgunaan narkoba saat gelar perkara di Polres Salatiga, Kamis (1/12). (DOK JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
BANDAR: Dua tersangka penyalahgunaan narkoba saat gelar perkara di Polres Salatiga, Kamis (1/12). (DOK JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Polisi terus mengembangkan kasus penyalahgunaan narkoba oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Suparyono alias Thole. Warga Jalan Imam Bonjol Gang Singomangkoro 12 Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo yang diduga menjadi bandar sabu ini merupakan staf biasa di bidang Pidana Umum.

Kepala Kejari Salatiga Suwanda mengaku prihatin dan tidak menduga ada anak buahnya yang tersangkut masalah narkoba. Karena sekitar Juni 2015 dan April 2016, institusinya sudah melakukan tes urine bersama salah satu rumah sakit dan hasilnya juga negatif, termasuk Suparyono.

“Waktu itu, kita juga sudah ingatkan ke semua pengawai akan bahaya narkoba, apalagi dulu juga sudah diperiksa termasuk SP (Suparyono, red),” kata Suwanda.

Berkaitan sanksi disiplin, menurut Suwanda, tetap akan diberikan. Hanya saja ia belum mengetahui hasilnya. Bagian Pengawasan Kejari dan Kejati sudah melakukan pemeriksaan internal terkait permasalahan tersebut. “Pemeriksaan dari bidang pengawasan sudah selesai. Masalah diberi sanksi disiplin, kita belum tahu, karena hasil bidang pengawasan juga belum disampaikan, masih butuh evaluasi juga,” sebutnya.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jateng, Jacob Hendrik P memastikan Suparyono akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. “Kita akan tindak tegas, pasti akan kami beri sanksi. Jadi jika putusan pengadilan terbukti maka kami akan memberhentikan secara tidak hormat,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Salatiga AKBP Happy Pradana Yudianto mengaku akan mengeluarkan tersangka lain, Djumanto yang bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) di lingkungan Satlantas Polres Salatiga. “Rencananya akan saya keluarkan dari pekerjaan PHL di Satlantas, Mas,” kata Happy singkat.

Kasubag Humas Polres Salatiga AKP I Nyoman Suasme menambahkan, Djumanto yang merupakan warga Jalan Cemara I, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo tersebut hanya bekerja sebagai PHL dan kontraknya sudah habis. “Jadi sekarang statusnya DJ (Djumanto, red) cuma masyarakat biasa, putusannya nanti tergantung sidang peradilan umum,”imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Hukum Muhammad Dasuki mengatakan, permasalahan narkoba adalah kejahatan yang luar biasa, karena semua lini bisa menjadi korban. “Memang sangat mengecewakan kalau sampai pengadilan hanya menjatuhkan vonis ringan, apalagi cuma rehabilitasi khususnya untuk Suparyono yang diduga bandar. Tapi itu kalau terbukti dia (Suparyono, red) benar-benar bandar,” tandasnya. (jks/ton)

BAGIKAN