Pengusaha Berharap Bisa Gunakan Gas Bumi

42

SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah berharap segera bisa memanfaatkan gas bumi sebagai sumber energi untuk keperluan produksi. Pengeluaran untuk energi menempati peringkat kedua setelah bahan baku, sehingga jika energi bisa ditekan, pengusaha berharap usahanya semakin kompetitif.

”Pengusaha akan lebih kompetitif menghadapi persaingan pasar jika menggunakan energi yang murah dan efisien seperti gas bumi,” kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi. Ia mengakui saat ini ada beberapa pengusaha di provinsi ini yang telah menggunakan gas bumi sebagai sumber energi. Namun jumlahnya masih sangat sedikit.

Terkait dengan hal itu, Apindo Jawa Tengah berharap pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi segera terealisasi. Sebab rencana tersebut sudah didengar sejak 15 tahun yang lalu. ”Saya harap jangan hanya wacana, tapi bangun infrastrukturnya karena jika pipa gas sudah melewati pabrik, maka semua pengusaha pasti mau menggunakan gas bumi,” ujarnya.

Menurut dia, pengusaha sudah siap menggunakan gas bumi sebagai sumber energi untuk produksi. Kendati demikian, kata dia, gas yang digunakan pengusaha Jawa Tengah saat ini bukan gas bumi yang dialirkan melalui pipa.

”Kami beli gas diangkut pakai truk dari Gresik dan harganya jauh lebih mahal dibandingkan gas yang dialirkan dengan pipa. Sehingga dengan kondisi seperti sekarang ini, pengusaha di Jawa Tengah tidak akan mampu bersaing dengan pengusaha dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jaringan gas untuk kawasan industri dan non kawasan industri. ”Targetnya, pembangunan transmisi jaringan gas di Jawa Tengah sudah selesai pada 2018,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur gas menjadi kewenangan pemerintah pusat seperti pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga di Tambaklorok Semarang yang menjadi kewenangan PT Perusahaan Gas Negara. ”Kawasan-kawasan industri diharapkan bisa disuplai gas, entah CNG (Compressed Natural Gas) atau LNG (Liquefied Natural Gas), semua sedang berproses termasuk PGN,” ujarnya. (ric/ce1)

BAGIKAN