BPBD Beri Perpanjangan Waktu

57
DIPERPANJANG : Proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan di Desa Mulyorejo diperpanjang karena lokasi proyek kerap tergenang banjir rob. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERPANJANG : Proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan di Desa Mulyorejo diperpanjang karena lokasi proyek kerap tergenang banjir rob. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, akhirnya memperpanjang semua proyek rehabilitasi dan rekonstruksi peninggian jalan, yang ada di Kecamatan Wonokerto hingga 25 Desember mendatang. Setelah 4 rekanan pelaksana proyek, tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya pada 18 Nopember lalu.

Adapun beberapa proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan yang diperpanjang adalah betonisasi di Desa Wonokerto senilai Rp 8,9 miliar yang telah mencapai 90 persen pekerjaan; proyek jalan tembus Desa Api-Api senilai Rp 2,1 miliar, baru mencapai 32 persen; dan proyek pavingisasi sepanjang 500 meter senilai Rp 1,2 miliar, baru selesai 56 persen.

Direktur CV Maeka Mandiri, Noval Maeka, mengungkapkan bahwa pihaknya siap diblacklis jika pekerjaan pavingisasi di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, tidak selesai tepat waktu. Pihaknya juga siap membayar denda dari perpanjangan waktu yang diberikan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

Molornya pekerjaan senilai Rp 1,2 miliar tersebut, karena pihaknya kesulitan mencari tenaga kerja dan jalan menuju lokasi proyek yang selalu digenangi banjir rob. Sehingga kesulitan membawa material bangunan ke lokasi proyek. “Kami akan menambah tenaga kerja, agar selesai tepat waktu dan kami siap untuk diblacklist jika pekerjaan ini tidak selesai,” ungkap Novel.

Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur CV Temu Redjeh, Ahmad Yudhi, yang baru menyelesaikan 30 persen proyek pembuatan jalan di Desa Api-Api, dari 80 persen pekerjaan yang harus diselesaikannya. Sulitnya lokasi proyek karena selalu tergenang rob, membuat pekerjaannya sering terganggu.

Menurutnya molornya pekerjaan pembuatan jalan di Desa Api Api, karena perencanaan BPBD Kabupaten Pekalongan, tidak sesuai dengan lokasi di lapangan. Sehingga menyulitkan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Pada perencanaan BPBD Kabupaten Pekalongan, kedalaman air saat rob hanya 0,5 meter. Tapi kenyataannya lebih dari 1,5 meter ketika puncak rob tiba. Sehingga kami kesulitan saat pengurugan, dan akhirnya pekerjaan kami banyak yang tertunda,” kata Ahmad Yudhi.

Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menandaskan bahwa proyek rehabiltasi dan rekonstruksi peninggian jalan, serta pavingisasi ruas jalan adalah proyek bantuan penanggulangan bencana rob yang dibiaya oleh APBN tahun 2016 senilai Rp 15 miliar. “Kami telah memberikan perpanjangan waktu hingga 25 Desember. Namun , jika rekanan tidak menyelesaikan proyek tersebut, maka kami akan bayar hanya yang dikerjakan. Namun jika tidak sesuai harapan, rekanan akan di-blaclist,” tandas Bambang Djatmiko. (thd/ida)

BAGIKAN