Biang Tawuran, Sembilan Pelajar Diamankan

125
BANDEL : Delapan siswa dari MTs NU Ungaran dan satu siswa SMPN 4 Ungaran diringkus jajaran Polsek Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANDEL : Delapan siswa dari MTs NU Ungaran dan satu siswa SMPN 4 Ungaran diringkus jajaran Polsek Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Gerombolan siswa, delapan dari MTs NU Ungaran dan satu dari SMPN 4 Ungaran yang diduga biang kerusuhan antarpelajar, diamankan jajaran petugas Polsek Ungaran, Jumat (2/12) kemarin. Sedangkan beberapa siswa lain berhasil kabur saat mobil petugas mendekati mereka.

Sembilan siswa diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Ungaran. Mereka diringkus saat masih memakai pakaian seragam sekolah. Bahkan salahsatu dari siswa tersebut didapati membawa benda tajam berupa gir sepeda motor. Gir motor tersebut dibuat runcing pada bagian ujung dan diikat menggunakan tali. Di halaman kantor Polsek Ungaran, mereka diminta untuk berbaris dan didata oleh petugas.

Beberapa siswa juga sempat menangis ketakutan ketika ditanya oleh petugas. Salah satunya yaitu AD, siswa kelas 8. Suaranya terbata-bata saat ditanya petugas dari Polsek Ungaran. “Saya tidak tahu kok pak. Cuma ikut-ikut saja,” katanya sembari menundukkan kepala.

Sementara itu, seorang siswa yang diduga sebagai pimpinan kelompok tersebut, FZ sempat mengelak ketika ditanya terkait kepemilikan senjata tajam tersebut. “Itu saya nemu pak. Nemu di dekat alun-alun,” kata siswa kelas 7 itu.

Rencanannya, alat tersebut akan ia gunakan ketika menghadapi para pengamen jalanan. Ia mengaku kerap dimintai uang oleh para pengamen jalanan. “Biasanya mereka (pengamen) memaksa. Makanya saya bawakan gir ini. Hanya untuk melindungi diri,” katanya.

Kapolsek Ungaran Kompol Supardji mengatakan saat ditangkap, ke delapan siswa tersebut diringkus saat asik kongkow di Jalan Diponegoro Ungaran tepatnya depan kantor Pegadaian. “Saat diringkus, mereka (siswa, red) sedang asyik merokok dan membawa sajam seperti sedang menunggu orang,” kata Supardji.

Di depan Pegadaian merupakan lokasi favorit siswa bandel tersebut untuk menghabiskan waktu sepulang sekolah. “Delapan siswa tersebut dari MTs NU Ungaran dan satu dari SMPN 4 Ungaran,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Supardji, pihaknya dalam hal ini sebelumnya sudah berkoordinasi dengan beberapa sekolah untuk memberikan pembinaan terhadap siswa. “Kami minta kepada sekolah saat jam pelajaran tertentu, seperti olahraga itu disisipkan waktu sebentar untuk diberikan pembinaan,” tuturnya.

Perkelahian antar pelajar saat ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian. Pasalnya, dari perkelahian yang melibatkan puluhan siswa itu kerap membuat tidak nyaman warga di Ungaran dan sekitarnya. Dikatakan pula oleh Supardji, ke delapan siswa yang diringkus tersebut sempat menolak ketika hendak digelandang ke kantor Polsek Ungaran. “Kami memang sering mendapat laporan, jika beberapa siswa yang kerap kumpul di titik tertentu membuat resah warga,” katanya.

Sehingga perlu perhatian serius dari sekolah agar lebih memperhatikan tingkah laku siswa sepulang sekolah. Selanjutnya, ke delapan siswa dan seorang anak yang diringkus tersebut akan mendapat pembinaan dan dikembalikan ke orangtua masing-masing. “Nanti kami minta orangtua mereka menjemput di Polsek. Kami juga akan melaporkan hal ini ke pihak sekolah masing-masing,” katanya. (ewb/ida)

BAGIKAN