Bangun Hutan Kota Berkonsep Taman

79
PENEDUH KOTA : Hutan Klorofil di Kelurahan Kebondalem yang sedang digarap telah mencapai progres 85 persen. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENEDUH KOTA : Hutan Klorofil di Kelurahan Kebondalem yang sedang digarap telah mencapai progres 85 persen. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kecamatan Kota Kendal bakal memiliki hutan kota yang berkonsep taman. Hutan yang akan dinamai hutan klorofil ini, sedang digarap dan progres pembangunannya sudah mencapai 85 persen.

Pembangunan hutan kota diletakkan di Jalan Stadion, Kelurahan Kebondalem. Hutan tersebut dinilai sangat strategis sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Berdekatan dengan tiga rusunawa, sekolah, dan perumahan permukiman. Nantinya, selain sebagai paru-paru kota, hutan tersebut sebagai tempat wisata alam bagi warga. Proyek hutan berkonsep taman saat ini sedang digarap oleh CV Ar-Rozaq dengan masa kerja 90 hari kalender.

Pengawas pekerjaan, Tirto Subeno, mengatakan bahwa pembangunan fisik sudah mencapai 85 persen. Pekerjaan yang dilakukan sebatas pembangunan fisik, seperti pembuatan pagar keliling, gazebo, gapura, dan arena permainan anak.

“Pembangunan taman, tinggal memasang lantai, atap tempat berteduh dan tempat parkir kendaraan. Selain itu, finishing tempat duduk dan penanaman bunga. Kami targetkan bisa selesai 13 Desember 2016,” katanya, Jumat (2/12) kemarin.

Dia mengatakan, kendala yang dihadapi yakni di awal pekerjaan, lantaran intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga pekerjaan sulit dilakukan dan material selalu tergerus air hujan. “Makanya, saat ini kami kebut dengan lembur siang malam untuk mengejar target sesuai kontrak pekerjaan yang ditetapkan,” tandasnya.

Kepala Seksi Pertamanan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kendal, Wahjuono Irwanto mengatakan bahwa RTH yang dikemas sebagai hutan kota di Kelurahan Kebondalem ini, dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare. “Fungsinya sebagai paru-paru kota dan resapan sekaligus tempat rekreasi dan penelitian bagi pelajar atau mahasiswa,” tuturnya.

Dia menambahkan, meski dikonsep sebagai taman, bentuk utamanya seperti hutan dengan berbagai pohon. Ragam pohon yang akan ditanam antara lain trembesi, ketapang, flamboyan, kamboja, karet, cemara, bambu kuning, pisang kipas dan tanaman langka.

Untuk pembangunan hutan kota ini, telah menelan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar yang berasal dari bantuan pemerintah pusat. Setelah proses pembangunannya selesai, selanjutnya merupakan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Selama proses pemeliharaan, bila terjadi kerusakan bangunan, perbaikan menjadi tanggung pelaksana pekerjaan. “Taman tersebut bakal dikelola dan dijaga. Kami akan menempatkan petugas untuk mengawasi pengunjung supaya tidak disalahgunakan hal-hal yang tidak baik,” tambahnya. (bud/ida)

BAGIKAN