Transaksi Lelang Capai Rp 4,3 M

Komoditas Agro Jateng

47
LELANG KOMODITAS: Peserta pasar lelang menunjukkan produknya dalam lelang komoditas agro di Lantai 5 Kantor Dinas Perdagangan dan Industri (Dinperindag) Jateng, Kamis (1/12) kemarin. (IST)
LELANG KOMODITAS: Peserta pasar lelang menunjukkan produknya dalam lelang komoditas agro di Lantai 5 Kantor Dinas Perdagangan dan Industri (Dinperindag) Jateng, Kamis (1/12) kemarin. (IST)

SEMARANG–Pasar Lelang Komoditas Agro Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di Lantai 5 Kantor Dinas Perdagangan dan Industri (Dinperindag) Jateng, Kamis (1/12) kemarin, berhasil melakukan transaksi sebesar Rp 4,336 miliar dengan 12 komoditas. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan pasar lelang serupa yang dilaksanakan 27 Oktober lalu yang membukukan transaksi Rp 3,7 miliar saja.

Dalam pasar lelang kemarin (1/12) yang dilaksanakan oleh Dinperindag Jateng dan Koperasi Pasar Lelang Agro Jateng tersebut, diikuti 28 peserta dengan 100 orang undangan dari berbagai daerah. Mulai dari Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Denpasar Bali, Boyolali dan lainnya.

Sedangkan komoditas yang dilelang meliputi bawang merah, gula aren, gula merah (kelapa), kabuk bagus, kayu manis, kelapa sayur, kopi robusta, madu alam, mangga gincu dan kentang bibit granola.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Wahyu Miati Ningsih yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa pasar lelang agro telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2003 dan tahun 2004 dilaunching secara nasional. “Pemerintah menyadari bahwa tantangan di era perdagangan bebas, secara berangsur telah beralih kepada mekanisme pasar ketimbang campur tangan pemerintah,” tuturnya.

Sedangkan wilayah Jateng, jelasnya, merupakan penghasil komoditas agro. Sehingga membutuhkan sistem perdagangan yang baik melalui transparansi harga, memperpendek distribusi dalam rangka efisiensi dan efektivitas sistem perdagangan. “Sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani produsen,” katanya.

Karena itulah, kata Wahyu Miati, digelar pasar lelang untuk memperkuat peran pelaku pasar serta menyeimbangkan posisi pemenuhan sumber daya bagi kebutuhan pangan antar daerah. “Kami berharap, komoditi hasil pertanian Jateng tidak tergoyahkan dengan masuknya komoditas hasil pertanian dari luar (impor),” tandasnya. (ida)

BAGIKAN