Seleksi KPID Beraroma Nepotisme

78

SEMARANG – Tim Seleksi (Timsel) telah memilih 14 calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng untuk periode 2017-2020. Sayang, seleksi tersebut dianggap kurang fair lantaran ada dugaan nepotisme. Sebab dari 14 nama yang lolos, sebagian besar merupakan kolega atau teman sejawat para anggota timsel.

Anggota timsel yang terdiri atas beberapa dedengkot di beberapa organisasi, mempertahankan teman sejawatnya di organisasi para anggota timsel untuk tetap menjadi calon Komisioner KPID Jateng.

Amir Mahmud misalnya, adalah Ketua PWI Jateng. Ada dua pengurus teras PWI Jateng yang lolos 14 besar, yakni Budi Setyo Purnomo (Bendahara PWI Jateng) dan Isdianto (Sekretaris PWI Jateng). Isdiyanto, selain sekretaris PWI Jateng juga merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Komisi Infokom. Seperti diketahui, Ketua Timsel adalah KH Ahmad Daroji, Ketua MUI Jateng.

Satu lagi nama dari 14 nama calon komisioner yang bertahan dan mempunyai keterkaitan dengan Timsel adalah dari LSM Pattiro Semarang Dini Inayati. Sementara, Widi Nugroho, adalah timsel yang juga aktivis LSM Pattiro.

Salah satu peserta seleksi Komisioner KPID Jateng yang enggan disebutkan identitasnya membeberkan, aroma nepotisme cukup kental dalam tahapan seleksi ini. ”Lantas untuk apa rangkaian tes seleksi yang sudah kami lewati jika ternyata memang sudah ada nama-nama yang jelas lolos sebelum tes,” ucapnya.

Kejanggalan juga terlihat dari lima incumbent yang masuk 14 besar. Menurutnya, para incumbent sudah ketahuan track record-nya. Tidak hanya anggota dewan, timsel dan masyarakat pun tahu jika Komisioner KPID Jateng peride 2013-2016 melempem.

Dia juga menyoroti beberapa calon komisioner yang lolos 14 besar, namun dianggap tidak mempunyai kompetensi di bidang penyiaran. ”Kalau materi, mungkin bisa dipelajari dari buku. Tapi kemarin ada tes kompetensi. Kompetensi itu kan bukan hanya teori, tapi juga skill. Artinya, tes kemarin tidak ada gunanya. Saya tahu sedikit banyak kapasitas para peserta karena memang sudah kenal lama,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Timsel Komisioner KPID Jateng yang juga Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji menampik tudingan nepotisme tersebut. Dia mengaku, 14 nama yang diberikan ke Komisi A DPRD Jateng untuk diambil 7 nama dan dilantik menjadi komisioner ini, merupakan murni dari hasil tes. Pihaknya hanya memilih berdasarkan rangking hasil ujian yang telah dilewati peserta. Bukan berdasarkan nama. ”Kami sudah memberikan rangkaian tes. Dari psikologi, wawancara, membuat makalah, hingga kompetensi. 14 nama itu ya yang nilainya 14 besar. Bisa dicek, kok,” ucapnya.

Meski begitu, ketika Jawa Pos Radar Semarang ingin melihat nilai hasil tes masing-masing peserta, Daroji enggan memberikannya. Alasannya tidak untuk dikonsumsi publik. ”Nanti malah muncul reaksi macam-macam,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A, DPRD Jateng, Masruhan Syamsurie mengaku tidak ikut campur dalam proses seleksi yang dilakukan timsel. Pihaknya sudah berjanji tidak akan mengintervensi sejak awal. ”Saat ini, kami sudah menerima 14 nama yang diberikan timsel. Nilainya belum kami lihat karena nanti akan dibuka bersama teman-teman dewan,” bebernya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengelak berkomentar. Saat ditemui kemarin, politisi Partai Golkar ini menghindar. ”Saya no comment,” selorohnya.
Tujuh nama tersebut, lanjutnya, baru akan diumumkan Januari 2017 mendatang. (amh/zal/ce1)

BAGIKAN