Polisi Sweeping Bus ke Jakarta, 250 Massa FUIS Naik KA

68
BANJIRI IBU KOTA: Massa Forum Umat Islam Semarang (FUIS) berangkat ke Jakarta naik KA Tawang Jaya pukul 14.00 di Stasiun Poncol, kemarin. (ADITYO DWI/M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIRI IBU KOTA: Massa Forum Umat Islam Semarang (FUIS) berangkat ke Jakarta naik KA Tawang Jaya pukul 14.00 di Stasiun Poncol, kemarin. (ADITYO DWI/M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ribuan massa peserta aksi damai ”Bela Islam III” kemarin berangkat ke Jakarta. Mereka menumpang puluhan bus, dan KA Tawang Jaya di Stasiun Poncol. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, ratusan petugas Polrestabes Semarang melakukan sweeping terhadap bus yang membawa rombongan peserta aksi ini. Pemeriksaan dilakukan di perbatasan Semarang-Kendal. Sweeping melibatkan anjing pelacak.

”Kita melakukan pengecekan, terutama cek kelengkapan pengemudi sarana angkutnya. Kemudian kelengkapan surat-surat sarana angkut, kelayakan kendaraan sekaligus melakukan pemeriksaan bila ada benda atau barang yang membahayakan dibawa oleh peserta aksi unjuk rasa. Misalnya, senjata tajam,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela pemeriksaan bus yang membawa rombongan aksi di Terminal Mangkang, Kamis (1/12).

Abiyoso mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan sejak Rabu (30/11) lalu, dan berakhir Jumat (2/12) hari ini. Namun demikian, pihaknya tidak mendapati benda membahayakan yang dibawa oleh peserta aksi.

”Sampai hari ini belum ada temuan benda-benda membahayakan. Kalau ada, kita amankan dan orangnya kita persilakan melanjutkan perjalanan. Jadi, semua kendaraan roda empat, kita lakukan pemeriksaan di sini sekaligus kita sediakan tenaga kesehatan. Artinya, jangan sampai sopirnya nanti ngidap penyakit, tahu-tahu dalam perjalanan mengalami gangguan dan menimbulkan kecelakaan. Itulah yang kita hindari,” terangnya.

Menurutnya, bus yang diperiksa terdapat juga rombongan peserta aksi unjuk rasa dari Jawa Timur. ”Tadi yang dari Jawa Timur dari Madura, 150 orang, Surabaya 83 orang, dan Banyuwangi. Ada juga dari Karanganyar dan Solo,” katanya.

Abiyoso menjelaskan, pemeriksaan itu melibatkan ratusan personel yang dibagi manjadi dua shift selama 12 jam, dimulai pukul 08.00 hingga 20.00.

Petugas Polrestabes Semarang melakukan pemeriksaan bus yang membawa peserta aksi unjuk rasa ke Jakarta di Terminal Mangkang. (ADITYO DWI/M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Petugas Polrestabes Semarang melakukan pemeriksaan bus yang membawa peserta aksi unjuk rasa ke Jakarta di Terminal Mangkang. (ADITYO DWI/M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Nanti shift berikutnya sampai pukul 08.00 pagi keesokan harinya. Melibatkan 150 personel per shift-nya, dimulai sejak Rabu (30/11) kemarin sampai Jumat (2/12) ini. Setelah itu, personel akan kita tarik. Personel yang diturunkan dari polres hanya di satu titik posnya di perbatasan Mangkang sini. Setelah Mangkang, ada beberapa titik sampai Brebes sana,” terangnya.

Terkait adanya aksi unjuk rasa di Kota Semarang Jumat hari ini, Abiyoso mengatakan sampai sejauh ini baru mendapat pemberitahuan dari massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang hendak melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan.

”Kawan-kawan HMI akan menggelar kegiatan yang sama. Sesuai dengan janji yang mereka sampaikan, kegiatan itu akan dilaksanakan secara damai. Estimasi massanya 1.000 orang. Pusat aksinya di Jalan Pahlawan depan gubernuran,” katanya.
Sementara itu, sedikitnya 250 anggota Forum Umat Islam Semarang (FUIS) kemarin berangkat ke Jakarta naik KA Tawang Jaya pukul 14.00.

Koordinator FUIS, Danang Setiadi, mengatakan, massa berangkat ke Jakarta atas inisiatif sendiri tanpa adanya paksaan orang lain.

”Inisiatif sendiri, tergugah dari hati nurani. Perbekalan dan beli tiket KA juga pakai uang pribadi. Kalau dapat dana itu bohong,” tegas pria yang tinggal di Tlogosari ini saat berada di Stasiun Poncol.

Danang mengatakan, setibanya di Jakarta nanti langsung bergabung dengan peserta aksi demo di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Pihaknya berjanji akan melakukan aksi damai selama berlangsungnya unjuk rasa hingga kembali ke daerah asal. ”Kami akan tetap melakukan aksi damai, setelah selesai juga akan langsung pulang,” katanya.

Danang menyebutkan, secara keseluruhan, terdapat 500 anggota FUIS yang berangkat ke Jakarta. Namun tidak semuanya menggunakan kereta api. ”Yang naik kereta sekitar 250 orang, sisanya naik kendaraan pribadi, dan ada yang naik pesawat,” terangnya.

Salah satu relawan FUIS, Husain Khusairi, mengaku berangkat ke Jakarta bertujuan melakukan jihad. Ia berasal dari Klaten yang bergabung dengan relawan FUIS Semarang. ”Atas niat saya sendiri untuk jihad menegakkan keadilan,” tegasnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, mengimbau masyarakat yang berangkat ke Jakarta mengikuti aksi ”unjuk rasa 212” diminta untuk tetap mematuhi aturan. Di wilayah Jateng, nantinya terdapat tujuh kabupaten/kota yang menggelar aksi serupa. Yakni, Kota Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas dan Kota Surakarta atau Solo. ”Tidak ada demonstrasi, tapi doa bersama. Di Jawa Tengah ada tujuh kabupaten/kota mengadakan aksi damai Bela Islam (jilid) III,” ungkapnya.

Kapolda menegaskan, pihaknya akan mengerahkan 2/3 total kekuatan personel untuk mengamankan kegiatan tersebut, yang juga di-backup personel TNI masing-masing 1 kompi pasukan di setiap wilayah eks karesidenan di Jateng. Dalam pengamanan, tidak ada senjata api yang digunakan oleh petugas.

”Tidak ada senjata (api) yang digunakan. Pelaksanaan kegiatan harus tetap menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain, tidak mengganggu ketertiban umum, serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN