Jadi Penerjemah Pelatih Tari

93
Hanny Nurmalita Anggadewi (DOKUMEN PRIBADI)
Hanny Nurmalita Anggadewi (DOKUMEN PRIBADI)

BISA menari Jawa meski belum mahir, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Hanny Nurmalita Anggadewi. Melalui tarian Jawa, ia ingin memupuk rasa memiliki kebudayaan bangsa di dalam dirinya.

Sejak kecil, dara yang hobi traveling ini memang berkeinginan untuk bisa menari Jawa. Namun karena tidak adanya ekstrakurikuler tari di sekolahnya, dan lokasi rumah yang jauh dari sanggar tari, membuat gadis kelahiran Semarang, 8 April 1996 ini mau tidak mau harus memendam keinginannya tersebut.

Baru saat kuliah, keinginan yang sempat dipendam itu bisa terpenuhi ketika mengerjakan project organisasi yang diikuti, AIESEC Undip. Melalui project yang fokus pada pemahaman budaya ini, ia berkesempatan berlatih menari Jawa. ”Saat itu saya panitianya, dan saya belajar Menari Jawa bersama mahasiswa asing dari Rusia,” ujar finalis Denok Semarang 2016 ini.

Hampir selama sebulan, Hanny belajar menari Jawa bersama teman-temannya sesama mahasiswa. Dalam proses belajar ini, ia harus menjadi jembatan bagi pelatih untuk mengomunikasikan teknik tarian yang diajarkan kepada para mahasiswa, termasuk mahasiswa asing.

Gadis asal Semarang ini harus menerjemahkan bahasa Jawa yang disampaikan pelatih ke bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk menjelaskannya kepada teman-teman mahasiswa yang belajar menari bersamanya. ”Karena mahasiswa yang berasal dari Indonesia tidak semuanya dari Jawa, sehingga tidak bisa berbahasa Jawa,” cerita Duta Museum Jawa Tengah 2016 ini.

Upaya Hanny untuk membantu pelatih menerjemahkan bahasa tampaknya tidak sia-sia. Karena di akhir project, ia dan teman-temannya berkesempatan menampilkan tarian yang dipelajari di hadapan umum. ”Saya dan mahasiswa dari Rusia itu menarikan tarian gado-gado dengan diiringi gamelan yang dimainkan mahasiswa lainnya,” ujar Hanny yang juga aktif sebagai penyiar radio dan televisi ini.

”Dan itu menjadi yang pertama bagi saya menarikan tarian Jawa, padahal saya sudah memimpikan sejak kecil,” lanjut wanita yang kini aktif di Nang Nok Club Merby ini. (sga/aro/ce1)

BAGIKAN