BNN Sidak Lapas, Temukan Satu Warga Binaan

63
SIDAK : BNN Kendal saat melakukan sidak berupa pemeriksaan dan tes urine di Lapas Plantungan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : BNN Kendal saat melakukan sidak berupa pemeriksaan dan tes urine di Lapas Plantungan, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan Sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Klas II B Plantungan Kendal. Hasilnya, satu warga binaan dinyatakan positif obatan-obatan daftar ‘G’ atau obat keras dalam dosis banyak.

Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie didampingi Kasi Pemberantasan Narkoba, Kompol Crubus SH mengatakan di Lapas Pemuda Plantungan ini ada sebanyak sembilan warga binaan dan sembilan pegawai.

“Semua kami periksa dan kami lakukan tes urine. Dari sebanyak 18 orang yang dites urine semuanya dinyatakan negatif mengkonsumsi narkoba,” katanya, Kamis (1/12) kemarin.

Tapi, petugas menemukan salah satu warga binaan yang mengonsumsi obat daftar G bersamaan dengan obat lainnya. Warga binaan tersebut berinisial SP, 23 yang posisinya sedang tahap pemulihan dikarenakan sakit. Sehingga harus mengonsumsi obat sesuai arahan dokter akibat depresi.

“Yang bersangkutan kondisinya sedang sakit dan mengonsumsi obat yang diperoleh dari dokter. Jadi, masih dalam tahap masa pemulihan karena sakit. Beberapa obat yang dikonsumsinya itu, salah satu masuk kategori obat daftar G,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tes urine ini digelar untuk meminimalisasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Sebab menurutnya, penyalahgunaan narkoba di Kendal cukup tinggi, terutama di lingkungan pendidikan.

“Pengedar narkoba sudah merambah ke kalangan pelajar, sehingga menjadi keprihatinan kami. Jauh sebelumnya, kami sudah menggelar di tempat lain. Saat ini, kebetulan kami menggelar test urine di Lapas Pemuda Plantungan,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan Narkoba BNNK Kendal, Kompol Crubus mengatakan, terkait salah satu warga binaan yang kondisinya sedang sakit, pengawasannya diserahkan ke pihak Lapas agar tidak menyalahgunakan obat yang diperolehnya dari dokter. “Sebab, masih dalam tahap pemulihan akibat sakit depresi,” imbuhnya. (bud/ida)

BAGIKAN