336 Jiwa Mengidap HIV/AIDS

55
(WAHIB PRIBAI/JAWA POS SEMARANG)
(WAHIB PRIBAI/JAWA POS SEMARANG)

DEMAK-Ratusan elemen organisasi pemuda yang dikoordinasi LSM Gapoera Peduli HIV/AIDS dan bekerjasama dengan Mahasiswa Magister Promosi Kesehatan (Promkes) Undip Semarang menggelar renungan malam dengan menyalakan seribu lilin. Dengan harapan, para penderita HIV/AIDS tetap bersemangat melanjutkan hidupnya meski imunitas tubuh mereka digerogoti penyakit atau virus mematikan.

Pembina LSM Gapoera, Arif Setiawan mengungkapkan bahwa malam renungan ditampilkan sederhana tapi hikmat. Selain diramaikan dengan alunan nada dan sastra dari para relawan peduli AIDS, juga ada sesi pembacaan puisi serta pemberian pengetahuan soal bahaya penyakit HIV/AIDS tersebut. “Kita sudah lama melakukan kegiatan penjangkauan dan pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan orang yang hidup dengan AIDS (OHIDA), tepatnya sejak 2010 lalu,” ujar Arif.

Ketua Dewan Pembina LSM Gapoera, Sri Hartanto, SKM menambahkan, upaya pendampingan terhadap ODHA mupun OHIDA perlu dilakukan terus menerus agar ada pemahaman dan pandangan yang baik terhadap penderita HIV/AIDS tersebut. “Kami memberikan pemahaman pada masyarakat yang benar. Yaitu, menjauhi penyakitnya dan bukan jauhi orangnya atau penderitanya,” ujar dia.

Artinya, penderita HIV/AIDS jangan sampai dikucilkan, tapi harus didampingi agar mampu dan tetap semangat untuk menjalani kehidupan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak, dr Joko Sarwono melalui Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes, Heri Winarno mengatakan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Demak antara 2003 hingga Oktober 2016 ini sudah mencapai 336 orang. Terdiri atas 187 laki-laki dan 149 perempuan.

Dari jumlah itu, yang terkena virus HIV ada 278 orang dan telah mengidap AIDS ada 82 orang. Sedangkan, yang meninggal tercatat ada 59 orang. Adapun, berdasarkan data kelompok umur, yang berusia 0-5 tahun ada 17 orang. Usia 6-10 tahun ada 6 orang, usi 16-20 tahun ada 16 orang, usia 21-25 tahun ada 43 orang, usia 26-30 tahun ada 73 orang, usia 31-35 tahun ada 71 orang, usia 36-40 tahun tercatat ada 47 orang, usi 41-45 tahun ada 33 orang, usia 46-50 tahun ada 15 orang, dan 50 tahun keatas ada 15 orang.

“Terkait dengan penanganan penderita HIV/AIDS ini, di Demak sudah tidak ada diskriminasi. Semua layanan kesehatan di 27 puskesmas maupun di rumah sakit dapat memeriksa pasien dengan VCT HIV/AIDS,” katanya.

Heri juga mengatakan, yang kadang masih menjadi kendala adalah ibu-ibu yang sedang hamil seringkali tidak mau menjalani tes VCT tersebut. “Padahal, semua orang yang berisiko harus diketahui statusnya lewat VCT itu, termasuk ibu hamil,” katanya. (hib/ida)

BAGIKAN