3 Hari Cuaca Ekstrem

54

SEMARANG – Intensitas hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Kota Semarang dalam waktu 3 hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah telah mengidentifikasi adanya gumpalan awan bergerak dari arah barat daya Pulau Jawa.

Selain itu, terdapat pusaran angin timur yang berbelok di sebelah barat Kalimantan menuju arah Pulau Jawa. ”Bagian utara Pulau Jawa mengalami banyak pertumbuhan awan. Sehingga hal itu akan memengaruhi tingginya intensitas hujan di wilayah Jateng bagian utara. Termasuk Kota Semarang,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng Agus Sudaryatno, Kamis (1/12).

Selain itu, kecepatan angin diprediksi mencapai 45 km/jam dengan curah hujan di atas 55 mm/hari. Kondisi tersebut dikategorikan ekstrem, karena biasanya selain angin kencang juga disertai petir. ”Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam tiga hari ke depan. Kelembabannya mencapai 70-90,” katanya.

Agus mengimbau agar masyarakat waspada. Terlebih bagi warga yang hendak menempuh perjalanan. Sebab kondisi angin yang cukup kencang perlu diwaspadai adanya pohon tumbang. ”Itu terjadi hampir di seluruh wilayah Jateng,” katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi disertai angin patut diwaspadai. Terutama bencana tanah longsor. Beberapa titik rawan longsor di Kota Semarang di antaranya berada di Kecamatan Ngaliyan terutama di Tambakaji, Tembalang, Semarang Barat, Semarang Selatan dan Candisari. ”Apalagi jika curah hujan tinggi. Maka kami mengimbau agar masyarakat waspada. Secepatnya melaporkan apabila mendapati kondisi mengkhawatirkan,” katanya.

Tanah longsor di Kota Semarang masih menjadi persoalan yang sampai saat ini mengancam. Mengingat banyaknya permukiman padat penduduk yang menempati lahan tanah berbukit atau dataran tinggi. Sedangkan masyarakat di dataran bawah masih menghadapi persoalan banjir dan rob. ”Sebaiknya warga tetap waspada, menjaga lingkungan, tanggap apabila tertimpa bencana. Perlu memperhatikan kondisi bangunan di lingkungan masing-masing,” katanya. (amu/zal/ce1)

BAGIKAN