135 Warga Berangkat Aksi Damai Bela Islam III

60
PENGARAHAN: Ketua Rombongan FUIK, Muslim Rahmadi memberikan pengarahan 135 umat Islam yang berangkat ke Jakarta, Kamis (1/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGARAHAN: Ketua Rombongan FUIK, Muslim Rahmadi memberikan pengarahan 135 umat Islam yang berangkat ke Jakarta, Kamis (1/12) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ratusan umat Islam Kendal yang tergabung dalam Forum Umat Islam Kendal (FUIK), Kamis (1/12) kemarin, berangkat ke Jakarta. Untuk mengikuti Aksi Damai Bela Islam Jilid III yang akan dilaksanakan hari ini Jumat (2/12) di Monas Jakarta.

Tercatat ada 135 umat Islam perwakilan dari sejumlah ormas Islam maupun pribadi berangkat menggunakan dua bus dan dua minibus. Rombongan dari Kendal sudah akan tiba di Jakarta sebelum Subuh. Sehingga pagi sudah bisa mengikuti aksi bergabung dengan umat Islam lainnya dari berbagai daerah.

Rombongan berangkat bersama-sama dari Masjid Al Huda Weleri. “Mereka yang berangkat ke Jakarta merupakan umat muslim dari berbagai kecamatan di Kendal seperti Sukorejo, Weleri, Kaliwungu dan Kendal,” ujar Ketua rombongan FUIK Kendal, Muslim Rahmadi mengatakan Kamis (1/12) kemarin.

Aksi tersebut, yakni meminta agar aparat kepolisian bertindak tegas terkait kasus dugaan penistaan agama oleh calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama atau yang dikenal dengan Ahok. “Kami berharap Bapak Presiden nanti bisa ikut bergabung bersama umat Muslim,” tandasnya.

Dia juga berpesan kepada rombongan dari Kendal agar berhati-hati terhadap penyusup. Yakni jangan sampai terprovokasi sewaktu melakukan aksi damai agar tidak anarkis. “Jika ada yang melenceng supaya diingatkan, jika ada penyusup agar ditangkap dan diserahkan kepada polisi, jangan main hakim sendiri,” tandasnya.

Mengingat nama baik bangsa Indonesia dan Islam dipertaruhkan dalam demo tersebut. Sebab demo akan disaksikan oleh seluruh umat Islam dunia. “Tapi dari pengalaman yang sudah-sudah, pasti aksi demo berjalan baik,” paparnya.

Salah satu peserta, Tamari, mengatakan, pihaknya datang ke Jakarta untuk bergabung dengan kaum muslim lainnya dan mendukung Polri agar bisa bertindak profesional dalam penanganan kasus Ahok. Sebab menurutnya yang dilakukan Ahok telah menistakan Quran dan merendahkan umat Islam. “Tuntutan kami hanya satu, yakni Ahok ditahan di rutan,” kata dia.

Salah satu tokoh masyarakat Kendal, Nashri, menambahkan, aksi itu merupakan panggilan jiwa umat Islam di Kendal. Yakni mereka yang merasakan agamanya telah dilecehkan. Selain itu menunjukkan kebersamaan umat Islam untuk bersatu.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyusup ketika aksi berlangsung, pihaknya sudah mempersiapkan matang-matang. Sebab kemungkinan kecil, karena aksi akan berbeda dari beberapa waktu yang lalu. “Saya berharap warga Kendal yang berangkat berhati-hati dan tidak terpancing dengan isu-isu yang meresahkan,” tuturnya. (bud/ida)

BAGIKAN