Oknum Kejari Jadi Bandar Sabu

Konsumennya Oknum Satlantas

70
TERSANDUNG SABU: Tersangka Suparyono alias Thole dan Djumanto saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERSANDUNG SABU: Tersangka Suparyono alias Thole dan Djumanto saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Diduga sebagai bandar sabu-sabu, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga dibekuk aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Salatiga. Tersangka diketahui bernama Suparyono (SP) alias Thole, 42, warga Jalan Imam Bonjol, Gang Singomangkoro 12 RT 07 RW 08, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Selain Thole, polisi juga menangkap oknum pegawai harian lepas (PHL) Satlantas Polres Salatiga bernama Djumanto (DJ), 33, warga Jalan Cemara I, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, penangkapan Thole merupakan pengembangan dari tertangkapnya Djumanto pada Minggu (27/11) sekitar pukul 16.00 lalu. Adapun penangkapan tersebut bermula dari kasus pencurian ponsel yang dilakukan Djumanto. Saat dilakukan tes urine, Djumanto positif mengonsumsi narkotika golongan I jenis sabu.

Oknum PHL Satlantas itu pun langsung digelandang ke Mapolres Salatiga untuk menjalani pemeriksaan. Kepada penyidik, Djumanto mengaku mendapatkan sabu dari Thole seharga Rp 200 ribu per paket. Tanpa pikir panjang, aparat Satresnarkoba langsung memburu Thole di rumahnya. Tersangka Thole pun berhasil dibekuk dengan barang bukti 1 paket kecil sabu yang disimpan di saku celananya.

Saat diperiksa, Djumanto dan Thole mengaku telah mengonsumsi sabu selama kurang lebih 1 tahun. Tentu ini sangat ironis, karena kedua tersangka bekerja di institusi hukum. Kemarin, kedua tersangka dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) Mapolres Salatiga.

Kapolres Salatiga, AKBP Happy Perdana Yudianto, menjelaskan, dalam kasus tersebut, tersangka Thole berperan sebagai bandar. Sedangkan Djumanto sebagai konsumennya. Adapun penangkapan tersebut bermula dari kasus pencurian ponsel yang dilakukan Djumanto. Nah, saat diperiksa, Djumanto dicurigai mengonsumsi narkoba. Benar saja, saat dilakukan tes urine, hasilnya Djumanto positif mengonsumsi sabu.

”Tersangka berinisial DJ mengaku mendapat barang dari SP, kemudian dilakukan penangkapan. Barang buktinya satu paket sabu. Tersangka ditangkap saat akan mengantar barang haram tersebut di daerah Kemiri, Kota Salatiga,” kata Happy saat gelar perkara tersebut, Kamis (1/12).

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. ”Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya.

Tersangka Suparyono alias Thole mengaku mengonsumsi sabu sejak satu tahun lalu. Awalnya coba-coba, hingga menjadi ketagihan. ”Saya pakai untuk jaga stamina agar tidak ngantuk,” kata Suparyono.

Suparyono mengaku membeli sabu dari seseorang bernama Wawan. Ia belum pernah bertemu Wawan secara langsung. Sebab, setiap pesan sabu, dia lewat pesan SMS. ”Uang saya transfer, barang akan dikirim dan diletakkan di suatu tempat. Biasanya saya membeli sabu 0,5 gram seharga Rp 600 ribu. Saya pakai sendiri, kalau jual hanya ke Djumanto,” akunya. (jks/aro/ce1)

BAGIKAN