SEMARANG – Truk bermuatan material besi proyek tol Semarang-Batang mengalami kecelakaan maut di turunan Silayur, Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang, Selasa (29/11). Diduga rem blong, truk maut tersebut menghajar 11 kendaraan yang berjalan searah di depannya hingga sejauh 1 Km. Kecelakaan tersebut menewaskan seorang pengendara motor Honda Beat bernama Yuni Purnama Sari, 43, warga Perumahan Bukit Silayur Blok B/6 RT 6 RW 4 Ngaliyan, Semarang. Ironisnya, kecelakaan yang menghebohkan ini terjadi di hari terakhir Operasi Zebra Candi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan karambol ini terjadi kurang lebih pukul 12.20. Bermula saat truk Mitsubishi Fuso bernopol BG 8485 HB bermuatan scaffolding melaju dari arah selatan (kawasan Bukit Semarang Baru) menuju ke utara (Ngaliyan). Truk dikemudikan Apudin, 49, warga Jalan Masjid Istiqomah RT 8 RW 8, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, ditemani kernet Ajid Aryanto, 30, warga Kampung Kelapa Dua, Dusun Padurenan, Bantar Gebang, Bekasi Timur.

Sesampai di turunan Silayur, sopir truk Apudin mengaku sempat memasukkan persneling di gigi tiga. ”Saya bermaksud memindah ke gigi dua. Saat itu, laju truk malah semakin kencang karena rem tidak berfungsi,” kata Apudin di lokasi kejadian.

Tentu saja, Apudin panik. Sebab, kondisi jalan tersebut menurun dalam jarak cukup panjang. Praktis, ia tak mampu mengendalikan laju truknya. Dalam kondisi panik, kernet truk sempat berteriak keras meminta pengguna jalan di depannya supaya menepi. ”Minggir-minggir,” teriak kernet Ajid Aryanto sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela sebelah kiri.

Namun karena kondisi lalu lintas di depannya cukup ramai, tabrakan karambol pun tak terhindarkan. Kali pertama, truk menabrak mobil mobil pikap Mitsubishi hitam bernopol H 1820 M lalu menghantam mobil Honda Mobilio bernopol H 8641 AQ. Setelah itu, secara beruntun, truk menghajar dua mobil di depannya, yakni taksi Blue Bird bernopol H 1112 AW dan Toyota Avanza warna silver bernopol H 9363 JW. Kedua mobil nahas itu terlempar ke arah kiri hingga menyenggol pengendara Honda Vario merah bernopol H 5350 CQ yang sedang menyeberang Jalan Prof Hamka. Meski sudah menghantam empat mobil dan satu motor, truk tetap melaju kencang. Sebab, jalanan masih menurun.

Sopir Apudin sendiri tak mampu berbuat banyak. Sebab, jika dibanting ke kiri, di situ banyak pertokoan dan keramaian warga. Sedangkan jika dibanting ke kanan, maka akan menghantam marka jalan hingga kemungkinan menabrak kendaraan dari arah berlawanan. Akibatnya, truk dengan muatan berat tersebut kembali menghantam mobil Suzuki Karimun Wagon R warna abu-abu bernopol H 9042 YW, dan Kijang Innova warna silver bernopol H 8937 F.

Belum berhenti, truk menabrak mobil Suzuki Karimun Wagon R warna hitam bernopol H 8457 GW hingga berputar. Terakhir, truk menghantam mobil Suzuki Vitara warna putih bernopol H 7937 QY, pengendara motor Honda Beat bernopol H 4221 SQ, serta pengendara motor Honda Vario warna merah putih bernopol H 4381 AAW. Truk tersebut baru berhenti setelah menabrak gundukan pasir material pembangunan shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di seberang SMP Negeri 16 Semarang. Jarak antara turunan Silayur dengan truk nahas berhenti sekitar 1 kilometer.

Karuan saja, kejadian itu menyita perhatian warga. Puluhan warga berdatangan dan langsung mengepung sopir truk maut tersebut. Beruntung, tidak sampai menjadi korban amuk massa, karena diselamatkan oleh seorang anggota TNI yang melintas.

Apudin mengaku berangkat dari Bekasi bermaksud mengantarkan material untuk pembangunan jalan tol Semarang-Batang di daerah Beringin, Ngaliyan. ”Tapi saya salah arah hingga ke kawasan BSB Mijen Semarang. Padahal harusnya belok ke Jalan Beringin. Kemudian saya berbalik arah untuk mencari alamat lokasi pembangunan tol. Begitu sampai jalan turunan tersebut, rem blong,” katanya.

Dia juga mengaku sejak berangkat kondisi truk tidak ada masalah atau dalam kondisi normal.

Saksi mata Indra Wahyudi, warga Ngaliyan mengatakan, truk tersebut terseok-seok hingga menghantam sana-sini. Orang pada teriak panik. ”Taksi yang dihantam sempat terseret hingga sejauh 10 meter, kemudian menabrak mobil Avanza H 9363 JW yang terparkir di sisi kiri. Kernetnya sempat teriak-teriak. Tapi jarak sudah sangat dekat, sehingga tabrakan karambol tak terhindarkan,” kata pedagang asongan tersebut.

Aparat Polsek Ngaliyan dan Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sopir truk dan kernet dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito mengatakan pihaknya masih memeriksa sopir truk dan sejumlah saksi lain. ”Pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan hingga terjadi tabrakan beruntun. Ada korban meninggal satu orang. Kerugian materi diperkirakan Rp 20 juta,” ujarnya.

Korban tewas, pengendara Honda Beat bernopol H 4221 SQ, Yuni Purnama Sari. Ia mengalami luka berat di bagian kepala. Yuni sempat dilarikan ke RS Permata Medika untuk mendapatkan perawatan medis. Namun kurang lebih pukul 15.00, nyawa Yuni tak tertolong. Hingga petang kemarin, jenazah korban telah dibawa pulang ke rumah duka di Perumahan Bukit Silayur Blok B/6 RT 6 RW 4 Ngaliyan.

Tetangga korban, Mudhofar Hanif, 36, mengatakan saat itu korban sedang perjalanan hendak menjemput siswa sekolah, anak tetangga korban. ”Mbak Yuni kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, sembari mengelola salon di rumahnya. Tetapi dia juga bekerja sampingan antar jemput anak tetangga,” katanya.

Dikatakannya, korban dikenal warga sebagai sosok yang ulet dan pekerja keras. Selain bekerja di salon dan antar jemput anak sekolah, korban juga menjadi ibu rumah tangga dengan mengasuh dua anak kandungnya. ”Korban kecelakaan di dekat lapangan Ngaliyan. Dia baru berangkat menjemput anak tetangga. Jenazah sudah tiba di rumah sore tadi (kemarin). Rencana akan dimakamkan besok (hari ini),” katanya. (amu/aro/ce1)

12 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol.
1. Honda Vario merah bernopol H 5350 CQ
2. Honda Beat bernopol H 4221 SQ (korban meninggal)
3. Mobil Suzuki Vitara putih bernopol H 7937 OY
4. Mobil Kijang Innova silver bernopol H 8937 F
5. Mobil Suzuki Karimun Wagon R hitam bernopol H 8457 GW
6. Mobil Suzuki Karimun Wagon R abu-abu bernopol H 9042 YW
7. Taksi Blue Bird bernopol H 1112 AW
8. Mobil Toyota Avanza silver bernopol H 9363 JW
9. Mobil Honda Mobilio bernopol H 8641 AQ,
10. Mobil Pikap Mitsubishi hitam H 1820 M
11. Truk Mitsubishi Fuso oranye nopol BG 8485 HB
12. Motor Honda Vario merah putih bernopol H 4381 AAW