PENGHARGAAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyematkan tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada PNS. (RIZAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyematkan tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada PNS. (RIZAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) diminta lebih profesional, mengutamakan kepentingan publik daripada persoalan politik. Memberikan pelayanan prima, murah, cepat, dan berkualitas, serta menghindari pungutan liar (pungli).

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi pembina upacara dalam peringatan HUT Korpri di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (29/11). ”Ketiga, tidak ada perbedaan dalam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Di HUT Korpri ke-45 ini, semoga makin semangat, sukses selalu dan menjaga kekompakan bersama demi kesejahteraan kita semua,” terang wali kota.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, baik dan buruknya pelayanan pemerintah kepada masyarakat berada di tangan para anggota Korpri. Upaya perbaikan terhadap Korpri harus dilakukan dari hulu sampai hilir baik pada area perubahan mental aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan dan bidang lainnya.

”Karena masyarakat ingin segera melihat terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, birokrasi yang melayani bukan dilayani,” tegasnya.

Pemberantasan praktik korupsi dan pungli, meningkatkan kualitas pelayanan publik agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global, maka rakyat membutuhkan anggota Korpri yang dispilin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja.

”Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif, yang hanya terpaku pada formalitas belaka,” tandasnya.

Pada upacara tersebut juga dilakukan penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X. XX, XXX kepada ASN Pemkot Semarang sebanyak 72 orang, dan penghargaan kepada PNS sebagai pegawai berprestasi/teladan, yakni Yhusuf Wibisono pada RSUD dan Hanif Pandu Suhito pada Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Agus Riyanto pada Dinas Tata Kota dan Perumahan.

Instruksi agar anggota Korpri memberikan pelayanan prima kepada masyarakat juga dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Butuh sentuhan inovasi dan tekonologi agar bisa mudah, murah, dan cepat. Dengan begitu, seluruh masyarakat merasa terpuaskan. Setiap anggota Korpri harus menjadi aset bangsa, yang menjadi bagian dan solusi bangsa dan bagian dari masalah bangsa. Oleh karena itu ASN didorong melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat, makin baik. ”Hilangkan produktivitas yang menghambat akselerasi laju pembangunan nasional,” ujarnya. (amh/zal/ce1)