SOSIALISASI : Bupati Semarang, H Mundjirin dan Kepala KPP Pratama Salatiga, Toto Hendiarto membagikan leaflet ke Nasrul, pedagang toko jam Citizen di Pasar Babadan, Rabu (29/11) kemarin. (IST)
SOSIALISASI : Bupati Semarang, H Mundjirin dan Kepala KPP Pratama Salatiga, Toto Hendiarto membagikan leaflet ke Nasrul, pedagang toko jam Citizen di Pasar Babadan, Rabu (29/11) kemarin. (IST)

UNGARAN-Program Tax Amnesty periode 2 sudah berjalan hampir 2 bulan. Karena itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memprioritaskan pelaku UMKM, dengan strategi jemput bola di pusat-pusat kegiatan UMKM seperti pasar tradisional.

Bahkan, untuk menyukseskan program DJP 1 Jawa Tengah ini, KPP Pratama Salatiga blusukan ke pasar-pasar tradisonal. “Kami beserta 17 KPP di wilayah DJP I Jateng secara serentak melakukan Kampanye Simpatik dengan blusukan ke pasar-pasar,” kata Kepala KPP Pratama Salatiga, Toto Hendiarto saat memberikan sambutan Kampanye Simpatik Pajak di Pasar Babadan Kabupaten Semarang, kemarin.

Kabupaten Semarang yang memiliki 33 pasar tradisional, pasar Babadan menjadi tujuan pertama dulu. Pada kegiatan kali ini, KPP Pratama Salatiga menggandeng Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang. Tak hanya blusukan, tapi juga membuka layanan help desk serta membagikan leaflet kepada pedagang dan pembeli yang ada di pasar Babadan.

Khusus UMKM ada beberapa kemudahan untuk ikut serta dalam Tax Amnesty. Yaitu, para pelaku usaha bisa mengisi Surat Pernyataan Harta (SPH) secara manual atau ditulis tangan dan tidak diwajibkan menyampaikan soft copy jika harta tambahan dan utang tambahan kurang dari atau sama dengan 10 baris dan jumlah keseluruhan harta dan utang kurang dari atau sama dengan 20 baris. Khusus UMKM, data bisa diserahkan kolektif ke asosiasi sehingga tidak perlu mengantri satu persatu.

“UMKM sendiri tarif tebusannya ada dua macam yaitu 0,5 persen untuk UMKM dengan total nilai harta sampai Rp 10 Miliar dan 2 persen untuk UMKM dengan total nilai harta lebih dari Rp 10 miliar,” lanjut Toto.

Pada kesempatan tersebut Bupati Semarang, H Mundjirin mengapresiasi kegiatan jemput bola tersebut. Para pelaku usaha terutama UMKM di Pasar Babadan ini diharapkan ikut berperan aktif dalam program Tax Amnesty. “Dengan ikut menyukseskan program pemerintah, masyarakat bisa membantu penerimaan pajak, terutama perekonomian Kabupaten Semarang. Karena ini akan kembali lagi untuk membangun Kabupaten Semarang,” tuturnya. (yet/ida)