Jalan Licin, Warga Ancam Blokir Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang

774
DIBERSIHKAN : Proyek pengurugan jalan tol Pemalang-Batang di Desa/Kecamatan Sragi menyebabkan jalan licin, karena tanah urugan berceceran di jalan raya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBERSIHKAN : Proyek pengurugan jalan tol Pemalang-Batang di Desa/Kecamatan Sragi menyebabkan jalan licin, karena tanah urugan berceceran di jalan raya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Proyek pekerjaan jalan tol Pemalang-Batang, tepatnya di Desa/Kecamatan Sragi, mulai diprotes warga sekitar. Pasalnya, setiap kali pihak rekanan mengangkut tanah urug, tidak pernah membersihkan sisa tanah yang terjatuh di sepanjang jalan raya Desa Sragi. Akibatnya hampir setiap hari, warga yang melintas terjatuh karena jalan licin bercampur tanah liat dan air hujan.

Suwarno, 45, warga Desa/Kecamatan Sragi, mengungkapkan bahwa sejak adanya pekerjaan proyek jalan tol Pemalang-Batang, di Desa Sragi dengan pengurugan tanah liat, hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas karena jalanan licin.

Menurutnya warga sudah dua kali melakukan teguran dan dua kali pula mengadakan pertemuan antara pihak rekanan dengan warga. Namun pihak rekanan tidak pernah menepati janji, yakni membersihkan jalanan yang terkena tanah liat. “Dua kali ini pihak rekanan ingkar janji. Namun, jika masih membiarkan jalanan lokasi proyek tetap kotor dan licin, warga akan memblokir lokasi proyek,” ancam Suwarno.

Suwarno juga mengatakan bahwa pihak rekanan, hingga saat ini belum mendapatkan Surat Perintah Kerja (SPK). Pasalnya, pihak pemberi pekerjaan baru akan mengeluarkan SPK, jika pembebasan lahan sudah selesai 100 persen. Namun baru 70 persen pembebasan lahan, proyek pengurugan sudah dilakukan.

Menurutnya, dengan adanya proyek pengurugan tersebut, pemilik lahan atau sawah yang belum diselesaikan, sangat kesulitan ketika hendak ke sawah. “Kami tetap akan memblokir jalan, jika rekanan tidak memperhatikan keselamatan dan lingkungan orang lain,” kata Suwarno.

Mandor PT Sumber Mitra Jaya (SMJ), Rudiyanto, membantah jika pihaknya tidak membersihkan jalan yang terkena tanah. Namun karena banyaknya truk yang masuk membawa tanah, armada tersebut tidak menutup material angkut dengan terpal. Sehingga jalanan menjadi kotor.

“Kami berusaha membersihkan jalan dengan menyemprotkan air. Tapi karena truknya banyak, dan jalanan terlalu ramai, kami kesulitan untuk membersihkannya,” tandas Rudi.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tol Pemalang-Batang wilayah Pekalongan, Usman Muchtar, ketika dikonfirmasi mengakui bahwa pihak rekanan dikejar target dalam pekerjaannya. Sehingga cenderung menghalalkan segala cara untuk penyelesaiannya dan harus selesai sebelum lebaran tahun 2017.

Terkait pembebasan lahan tol, imbuhnya, belum selesai semua. Namun demikian, pihaknya berharap agar semua pihak dalam pelaksanaan proyek tol, harus tetap mengindahkan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dan tidak membuat warga bergejolak. “Kalau dikatakan ada kesan kejar target, memang betul. Sebab Juli mendatang atau pas Lebaran sudah harus bisa dilewati,” tegas Usman Muchtar. (thd/ida)