OTOPSI : Petugas kepolisian dari Polres Batang dan tim DVI Dokpol Polda Jateng berada di Puskesmas Subah melakukan otopsi jasad janin yang dikubur pelaku. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OTOPSI : Petugas kepolisian dari Polres Batang dan tim DVI Dokpol Polda Jateng berada di Puskesmas Subah melakukan otopsi jasad janin yang dikubur pelaku. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Seorang wanita yang dtinggal suaminya merantau menjadi TKI di Malaysia, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya wanita berinisial B, warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah tersebut telah melakukan aborsi dan mengubur jasad janin di belakang rumahnya.

Dari informasi yang didapat, pelaku nekat melakukan aksinya tersebut karena diduga janin dalam kandungannya merupakan hasil hubungan gelap (hugel) dengan pria idaman lain, sehingga melakukan aborsi.

Kapolsek Subah AKP Hartono SH, mengungkapkan jika sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi jika ada seorang warga yang melakukan aborsi. Setelah diselidiki, petugas langsung mengamankan pelaku pada Senin (28/11) malam saat berada di rumahnya.

“Pelaku kami amankan di rumahnya, kemudian kami minta untuk menunjukkan dimana dia membuang janin. Ternyata jasad janin tersebut dikubur di belakang rumahnya,” ungkap Kapolsek.

Jasad janin tersebut kemudian digali oleh petugas dan dibawa ke Puskesmas Subah. Dan pada Selasa siang kemarin, tim Dokkes Polres Batang dengan dibantu tim DVI Polda Jawa Tengah melakukan otopsi sesosok jasad janin di kamar jenazah Puskesmas Subah.

Sedangkan pelaku diamankan dan dimintai keterangan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Batang terkait perbuatan yang sudah dilakukannya. Selain itu, petugas juga melakukan pengejaran terhadap dukun bayi yang diduga membantu pelaku melakukan aborsi.”Pelaku mengaku jika aborsi yang dilakukan dibantu oleh seorang dukun di wilayah Kecamatan Banyuputih. Hingga saat ini, kami masih melakukan pengejaran, sedangkan pelaku masih dimintai keterangan petugas PPA,” katanya.

Kapolsek mengatakan bahwa di hadapan petugas, pelaku mengaku jika janin tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan pria lain, karena sang suami bekerja sebagai TKI di luar negeri. Sehingga dari pada menanggung malu dan keluarganya hancur, pelaku terpaksa menggugurkan janin tersebut.

Sementara itu, Kasubid Dokpol Polda Jateng AKBP dr Sumy Hastry Purwanto setelah melakukan otopsi mengatakan jika dari hasil pemeriksaan petugas, janin tersebut diperkirakan berusia sekitar 3 hingga 4 bulan dan belum diketahui jenis kelaminnya.

“Jasad janin tersebut diperkirakan sudah dikubur sekitar 4 hari yang lalu, kondisinya sudah membusuk. Untuk jenis kelaminnya belum bisa diketahui karena masih berbentuk janin,” terang dr Sumy. Petugas juga tengah memburu kekasih pelaku dan juga seorang dukun bayi yang diduga ikut terlibat dalam kasus aborsi ini. (mg20/ida)