Belasan Pembalap Liar Terjaring Razia

397
DIANGKUT : Petugas Polres Kendal mengangkut sejumlah kendaraan hasil razia balap liar di Jalan Pelabuhan Tanjung Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIANGKUT : Petugas Polres Kendal mengangkut sejumlah kendaraan hasil razia balap liar di Jalan Pelabuhan Tanjung Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sepinya akses jalan Pelabuhan Tanjung Kendal, justru menjadi ajang balap liar bagi sejumlah anak muda. Terbukti, saat razia digelar Polres Kendal, hasilnya belasan motor untuk balap liar yang tidak ada surat kelengkapan kendaraan diangkut menggunakan mobil patroli.

Meski begitu, saat dilakukan razia, sejumlah pembalap liar kalang kabut. Saat didatangi polisi, para pembalap langsung berhamburan lari tunggang langgang. Ada pembalap yang nekat kabur dengan lari ke arah pelabuhan. Ada juga yang memanfaatkan lokasi tambak sebagai tempat persembunyian. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan sejumlah pembalap liar yang mencoba kabur, namun petugas polisi berhasil menghadangnya.

Ada pula pembalap yang mengelebuhi petugas kepolisian dengan berpura-pura memancing bersama sejumlah kawanan pemancing. Mereka yang sembunyi di tambak milik warga dan mancing ini meninggalkan sepeda motornya di tepi jalan begitu saja.

Namun polisi yang mengejar pembalap liar ini berhasil menangkapnya dan mengamankan sepeda motor miliknya. Polisi memblokade jalan menggunakan mobil patroli untuk mencegah para pembalap liar itu kabur.

Menurut warga, balapan liar tersebut kerap meresahkan warga. Bahkan warga yang melintas terganggu karena jalannya ditutup untuk balapan liar. “Balapan liar di jalan masuk Pelabuhan Kendal ini biasanya dilakukan sore hari hingga malam,” ujar Wardi warga sekitar, kemarin.

Kanit Dikyasa Polres Kendal, Ipda Imam Sofyan mengatakan hampir seluruh pembalap liar tidak melengkapi kendaraannya dengan surat. Sehingga petugas mengamankan kendaraan untuk dibawa ke Mapolres Kendal.

Diakui, banyak pembalap liar lain yang lolos dari hadangan petugas, karena jumlah polisi yang minim. “Kami menerima laporan dari warga yang resah dengan aksi balapan liar hampir setiap sore hari,” katanya.

Polisi mengangkut kendaraan yang kebanyakan tidak memenuhi standar keselamatan seperti roda yang kecil, tidak ada kaca spion, lampu tidak menyala dan sebagainya. Para pembalap liar hanya bisa pasrah dan pulang jalan kaki karena kendaraanya disita petugas. (bud/ida)