TERHAMBAT: Proyek tol Semarang-Batang seksi 3 di Kecamatan Pegandon mulai digarap.(BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERHAMBAT: Proyek tol Semarang-Batang seksi 3 di Kecamatan Pegandon mulai digarap.(BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Target 100 persen pembebasan lahan untuk proyek tol Semarang-Batang pada akhir tahun ini sepertinya tidak akan tercapai. Pasalnya, hingga kini pembebasan lahan di Kendal baru mencapai 24 persen. Dari total 3.874 bidang, yang sudah selesai dibebaskan baru sekitar 360 bidang dengan total nilai ganti rugi sekitar Rp 200 miliar.

Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Semarang-Batang, Herry Fathurachman, mengatakan, pembebasan untuk ruas Kendal berlangsung alot. Karena banyak warga yang terkena dampak tol belum sepakat dengan harga ganti rugi.

”Sebagian besar warga belum menyerahkan berkas-berkas. Sehingga kami kesulitan melakukan pendataan dan membayarkan ganti rugi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (28/11).

Pihaknya terus melakukan musyawarah dan pendekatan kepada warga agar segera melengkapi persyaratan yang diperlukan. Sehingga mereka mendapat pembayaran ganti rugi dan pembebasan bisa terus berjalan.

Ditambahkannya, proses musyawarah yang sudah dilaksanakan mencapai 75 persen. ”Kurangnya pemahaman warga tentang musyawarah ganti rugi tersebut menyebabkan pembebasan lahan terkesan lamban. Tapi kami optimistis target kami akhir tahun ini pengadaan lahan selesai,” tuturnya.

Sekda Kendal Bambang Dwiyono mengatakan, jika tol Kendal nantiya akan ada tiga pintu keluar. Tiga titik pintu keluar berada di Desa Sambongsari Kecamatan Weleri; Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon, dan Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu.

Bambang menjelaskan, tiga exit tol yang disiapkan sudah berdasarkan kajian dan merupakan yang terbaik, karena berada di titik barat, tengah, dan timur. Pengguna jalan dari arah barat dengan tujuan selatan, seperti Jogja atau Solo bisa keluar melalui pintu Sambongsari, dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Weleri-Sukorejo.

Sementara mereka yang hendak menuju Kota Kendal, bisa melewati pintu tengah di Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon, dan tujuan Kaliwungu bisa keluar di Desa Sumberejo.

Perihal ganti rugi lahan yang terkena tol, lanjut dia, pemerintah akan berusaha memberikan ganti rugi di atas rata-rata, dan tidak membebani anggaran pemerintah. Ganti kerugian yang diberikan juga berdasarkan penghitungan dari tim appraisal.

”Saya berharap warga ikut mendukung dan peduli terhadap program percepatan pembangunan tol yang diinginkan pemerintah pusat. Keberadaan tol tersebut bisa mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di dalam kota. Sehingga bisa mengurangi kemacetan,” paparnya. (bud/aro/ce1)