BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG MENGKHAWATIRKAN: Aktivitas Penambangan Galian C di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung menjadi salah satu penyebab lahan kritis.
BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
MENGKHAWATIRKAN:
Aktivitas Penambangan Galian C di Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung menjadi salah satu penyebab lahan kritis.

KENDAL—Lahan kritis di Kendal kian mengkhawatirkan. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kendal menyebutkan, 2016 ini tercatat ada 5.779 hektar lahan baik yang masuk kawasan lindung maupun budidaya menjadi tandus dan gundul lantaran penebangan pohon.

5.779 hektar hektar lahan kritis tersebut terdiri dari 311,4 lahan kawasan lindung dan 5.488,53 hektar sisanya adalah kawasan budidaya atau pertanian dan perkebunan. “Penyebabnya adalah degradasi lahan yakni faktor alami dan aktivitas manusia dalam mengelola lahan,” kata Kasubid Pengendalian Kerusakan dan Konseravsi SDA pada BLH Kendal, Retno Kurniawati.

Disebutkannya total luas lahan kawasan lindung di Kendal ini ada 2.048,83 hekttar. Sedangkan untuk luas lahan budidaya di Kendal seluruhnya da 51.720, 14 hektar. “Dampak dari lahan kritis ini diantaranya berkurangnya tingkat kesuburan lahan dan potensi terjadinya bencana alam,” tuturnya.

Bencana alam yang dimaksudnya seperti tanah longsor, bencana banjir, kekeringan dan sebagainya. Sebab ketika lahan kritis maka resapan tanah berkurang karena minimnya tanaman kayu.

Salah satu penyebab lahan kritis yakni penebangan pohon tanpa diikuti penanaman kembali. Selain itu alih fungsi lahan seperti untuk penambangan galian C, kawasan perumahan dan sebagainya. (bud)