JAGA KEBHINEKAAN: Jajaran Forkominda Kota Salatiga dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Apel Konsolidasi Bersama di Mapolres Salatiga, Senin (28/11). (Joko Susanto/radar semarang)
JAGA KEBHINEKAAN: Jajaran Forkominda Kota Salatiga dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat mengikuti Apel Konsolidasi Bersama di Mapolres Salatiga, Senin (28/11). (Joko Susanto/radar semarang)

SALATIGA- Jajaran Polres Salatiga dan Forkominda Kota Salatiga menyelenggarakan Apel Konsolidasi Bersama di Lapangan Mapolres Salatiga, Senin (28/11). Apel ini dalam rangka mengawal kebhinekaan dan antisipasi akan adanya unjuk rasa (unra) sekelompok organisasi pada 2 Desember mendatang di Jakarta.

Dalam apel tersebut, maklumat dari Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono dibacakan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai di hadapan ratusan personel Polri, TNI, perwakilan perguruan pencak silat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Isi maklumat itu antara lain, dalam penyampaian pendapat, masyarakat Jateng bertanggung jawab mematuhi hak orang lain, menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian dilarang membawa senjata api, senjata pemukul, atau yang membahayakan. Pemberian fasilitas sarana dan fasilitas unjuk rasa yang menimbulkan pidana dapat dikenakan sanksi dan penggunaan sarana transportasi harus sesuai penggunaan trayeknya.

“Kami juga melarang PNS ikut dalam aksi tersebut. Jadi kalau ada PNS yang izin untuk mengikuti acara tersebut, jelas kami larang. Kalau cuti kita lihat juga alasannya, apakah untuk keluarga atau untuk apa,” kata Rofai kepada awak media usai apel.

Namun demikian, ia mengaku tidak melarang PNS mengajukan cuti ataupun izin pada 2 Desember nanti. Ia hanya meminta PNS bekerja sesuai aturan, apalagi informasi unjuk rasa susulan tersebut dilaksanakan hari efektif kerja, bukan hari libur. “Kalau terbukti ada PNS mengikuti acara tersebut, kita akan berikan sanksi,” imbuhnya.

Menurutnya, Kota Salatiga sudah kondusif, damai, dan aman. Hal itu dibuktikan pada masyarakat yang saling sengkuyung, tidak membedakan suku, agama, ras. “Kami tidak melarang adanya unjuk rasa, tapi lakukan sesuai koridor yang ada, jangan sampai memfitnah,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Salatiga, AKBP Happy Perdana Yudianto menyebutkan, apel konsolidasi bersama tersebut sebagai bentuk wujud bersatu padunya semua elemen menjaga toleransi dan menjaga kebhinekaan tunggal ika. Ia juga meminta semua elemen masyarakat jangan ikut-ikutan melakukan kegiatan unjuk rasa di DKI Jakarta. (jks/ton)