PERANGI KORUPSI: Penampilan penyanyi kondang Campur Sari Didi Kempot saat mengisi Ngamen Anti Korupsi di Stasiun Tawang Kota Semarang, Minggu (27/11).(Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
PERANGI KORUPSI: Penampilan penyanyi kondang Campur Sari Didi Kempot saat mengisi Ngamen Anti Korupsi di Stasiun Tawang Kota Semarang, Minggu (27/11).(Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berinovasi dalam melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat memerangi korupsi. Salah satunya membuat asyik kegiatan sosialisasi melalui ngamen. Dengan mengusung tema ’Ngamen Anti Kurupsi’ konser dilakukan di Stasiun Tawang, Semarang, Minggu (27/11) malam kemarin. Dalam acara tersebut, KPK bersama PT KAI menggandeng grup band Sereal dan musisi campur sari Didi Kempot untuk memanjakan pengunjung.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, kegiatan Ngamen Anti Korupsi sebelumnya sudah digelar di Stasiun Gambir, Jakarta Kota, Bandung, Tugu, dan Pasar Turi Surabaya, kegiatan ngamen sendiri dimaksudkan sebagai kampanye pemberantasan korupsi melalui lagu. ”Bernyanyi seperti orang bicara, di dalamnya ada doa, keinginan dan harapan. Jadi acara Ngamen ini ada filosofinya sekaligus kampanye melawan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Terkait pemilihan lokasi, lanjut Saut, dipilih stasiun lantaran kereta api kini sangat diminati masyarakat dari berbagai elemen ataupun status sosial, jadi sangat tepat melakukan sosialisasi sekaligus mengajak masyarakat memerangi korupsi. ”KA itu punya filosofi yang cukup dalam, satu rangkaian terhadapat penumpang dari berbagai elemen masyarakat, dan tempat yang pas dan efektif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai perusahaan milik negara, di mata KPK, PT KAI sendiri adalah salah satu BUMN yang memiliki aset cukup besar yang harus diawasi secara bersama agar tidak ada penyimpangan. ”Fokus lainnya adalah memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, khususnya bagi BUMN,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, menjelaskan, PT KAI menggandeng KPK untuk pengembalian aset-aset milik BUMN. Namun perkembangannya PT KAI dan KPK berkomitmen mewujudkan BUMN yang bersih dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Fokusnya (kerja sama dengan KPK, Red) tadinya untuk pengembalian aset yang hilang, tapi kini berkembang untuk memberikan pelayanan yang prima,” tambahnya.

Upaya pengembangan pelayanan KA tentu tidak bisa dilepaskan dari pengoptimalan aset, termasuk aset-aset milik KAI yang selama ini masih dikuasai oleh pihak-pihak lain. KAI mengklaim tidak ada kendala dalam pengembalian aset. ”Sebenarnya tidak sulit kalau KAI sudah menunjukkan bukti kepemilikan atas lahan atau aset yang dimaksudkan tersebut,” katanya. (den/zal/ce1)