BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG SERU-SERUAN: Lomba sabung ayam yang digelar Papaji Kendal di Desa Sumberejo, kemarin.
BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
SERU-SERUAN: Lomba sabung ayam yang digelar Papaji Kendal di Desa Sumberejo, kemarin.


KENDAL
—Adu ayam jago atau yang biasa dikenal dengan sabung ayam sangat lekat dengan perjudian. Tapi berbeda denan yang dilakukan Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (Papaji) Kendal. Bertempat di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Papaji Kendal menggelar Sabung ayam.

Tapi Sabung ayam ini tidak untuk perjudian, melainkan dijadikan lomba dimana pemenangnya akan menerima piagam, tropi dan hadiah berupa barang elektronik.

Layaknya lomba tentu mengikat peraturan kepada para peserta. Diantaranya, pertarungan dilakukan dalam waktu maksimal lima menit. Jika salah satu terluka parah, maka dianggap kalah dan pertandingan harus disudahi.

Selain itu ayam yang diikutkan lomba harus dalam keadaan sehat. “Kami batasi waktu lima menit, jadi tidak diadu sampai mati seperti sabung ayam judi. Yang dinilai disini adalah poin jago mematok lawannya,” katanya, Minggu (27/11).

Hal terpenting lagi adalah, dalam lomba baik peserta maupun penonton tidak diperkenankan melakukan judi. Jika ada judi maka langsung di diskualifikasi dari lomba. “Lomba sabung ayam ini legal dan ada izin dari kepolisin dan pemerintah setempat,” akunya.

Dijelaskannya jika lomba ini memang tujuannya untuk menghilangkan stigma masyarakat akan perjudian sabung ayam.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jateng, Heru Pudyatmoko mengaku selaku penasihat di Papaji Jateng mengatakan tujuan dari lomba sendiri adalah memberikan arena bagi kawan-kawan pecinta ayam jago dan sabung ayam. “Bahwa sabung ayam adalah seni dan tradisi dari leluhur, jadi bukan untuk perjudian,” kata politisi Gerindra itu. (bud)