Pengunjung Karaoke Tewas Ditusuk

923
DIAMANKAN: Tersangka Utomo Mardi Rahayu yang badannya penuh tato. (HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIAMANKAN: Tersangka Utomo Mardi Rahayu yang badannya penuh tato. (HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perkelahian di tempat karaoke liar berujung pembunuhan. Korbannya, Jafar Sodik, 30, warga Pedurungan. Ia tewas seketika dengan empat luka tusukan di tungkai atas, balik tungkai, perut, dan pinggang. Peristiwa itu terjadi di tempat karaoke di wilayah Kecamatan Gayamsari, Jumat (25/11) pukul 02.30 dini hari. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna diotopsi.

Seorang pelaku berhasil ditangkap aparat Polsek Gayamsari dua jam setelah kejadian, sekitar pukul 04.30. Tersangka diketahui bernama Utomo Mardi Rahayu, 50, warga Mlati Baru, Semarang Timur.  Belum diketahui penyebab terjadinya insiden berdarah tersebut. Diduga penusukan itu dilatarbelakangi terjadinya percekcokan antara korban dengan pelaku. Sebelum perkelahian, keduanya diketahui habis menenggak minuman keras (miras).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, perkelahian ini terjadi Jumat (25/11) sekitar pukul 02.30 di tempat karaoke ’Bagong’ Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Gayamsari. Bermula ketika korban bersama tiga rekannya, yakni Anggun, 19; Nanda 22, dan Nur, 26, tengah asyik karaoke sambil menenggak miras. Mereka karaoke sejak Kamis (24/11) sekitar pukul 23.00.

”Saya, Nur, Nanda, sama Sodik (korban) nyanyi di dalam room. Ya, kira-kira sudah hampir tiga jam,” kata rekan korban, Anggun, warga Dempelsari, Muktiharjo Kidul.

Tiba-tiba korban keluar room sendirian tanpa alasan yang jelas. Tak berselang lama, pintu room karaoke digedor dari luar oleh seorang pemandu karaoke (PK) setempat. ”PK itu ngasih tahu kalau Sodik berkelahi,” ujarnya.

Tiga rekan korban bergegas keluar. Saat itu, mereka melihat Sodik tengah duel seru dengan Utomo, yang tak lain adalah penjaga tempat karaoke itu. “Sempat dipisah sama Nur. Tapi, Utomo datang lagi sambil membawa sangkur. Kemudian ditusukkan ke Sodik berkali-kali,” katanya.

Akibatnya, Sodik jatuh tersungkur di semak-semak.  Anggun mengakui, ia dan Nur juga sempat terkena sabetan senjata tajam di bagian tubunya. Sedangkan Nanda tidak mengalami luka, karena berhasil kabur. ”Nur kena sabetan di kepala sama tangannya, dia berusaha misah Sodik. Saya luka di tangan, karena narik Nur. Kalau Nanda tidak apa-apa,” ujarnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Gayamsari dan Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah dilakukan olah TKP, polisi melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Selang dua jam setelah kejadian, Utomo berhasil dibekuk bersama dua rekannya, Rinanda, 26, dan Dian Dwi Saputra, 28, keduanya juga warga Mlatibaru, Semarang Timur. Mereka langsung digelandang ke Mapolsek Gayamsari.

Tersangka Utomo mengakui telah melakukan penusukan terhadap korban hingga tewas di lokasi kejadian. Namun pria yang badannya penuh tato itu mengaku tidak ingat berapa kali menusuk korban dengan pisau sangkur. Utomo mengatakan, ia nekat melakukan penusukan setelah kepalanya dipukul korban. ”Saya ke belakang ambil sangkur di gudang, lalu saya tusukkan,” katanya.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedy Mulyadi, mengatakan, hasil otopsi tim medis RSUP dr Kariadi, korban tewas dengan beberapa tusukan di tubuhnya hingga kehabisan darah. ”Kejadiannya pukul 02.30. Awalnya cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Dua pelaku lain masih diburu. Kalau tersangka utamanya, Utomo. Dia residivis, dan terancam hukuman 15 tahun penjara,” bebernya. (mha/aro/ce1)