KECIL-KECIL TAWURAN: Dua siswa SD yang diamankan saat diinterogasi petugas. (kanan) Sabuk dilengkapi besi yang akan digunakan para siswa menyerang lawannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECIL-KECIL TAWURAN: Dua siswa SD yang diamankan saat diinterogasi petugas. (kanan) Sabuk dilengkapi besi yang akan digunakan para siswa menyerang lawannya. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ini sungguh ironis. Jika biasanya pelaku tawuran siswa SMA atau SMK, yang terjadi kemarin justru para siswa sekolah dasar (SD). Lebih miris lagi, para siswa SD yang nyaris tawuran itu membawa senjata tajam yang diduga untuk menyerang lawannya. Mereka menggeruduk SD Pekunden Semarang  Tengah, Kamis (24/11) sekitar pukul 12.30. Beruntung, sebelum terjadi tawuran, aksi sekitar 22 siswa SD Gunung Brintik dan SD Al Khotimah itu berhasil digagalkan oleh penjaga sekolah setempat.

Menurut penjaga SD Pekunden, Nur Indarto, 33, saat itu ia tengah berada pos penjagaan sekolah. Tiba-tiba datang beberapa siswa SD setempat yang memberi tahu ada siswa SD lain yang hendak menyerang siswa SD Pekunden berkumpul di dekat sekolah.

”Saya lantas izin sama kepala sekolah. Saat saya ke jalan, saya lihat ada puluhan anak-anak. Ada yang berseragam SD, dan ada yang pakai baju bebas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (24/11) kemarin.

Melihat itu, Indarto lantas menghampiri sekelompok siswa SD tersebut. Namun belum sempat mendekat, para siswa SD tersebut kabur. Indarto hanya berhasil mengamankan dua siswa setelah dikejar. Keduanya berinisial BM, 11, siswa kelas 4 SD, dan AL, 8, kelas 1 SD.

”Mereka pada lari. Siswa SD yang bawa alat (parang) itu langsung saya kejar dan ketangkap. Ada yang lari ke arah kampung samping kampus Unisbank. Dua anak berhasil saya amankan bersama barang bukti parang dan sabuk yang dilengkapi ring besi,” terangnya.

Usai menangkap dua bocah tersebut, pihaknya langsung menyampaikan kepada pihak sekolah. Selain itu, ia juga melaporkan ke Polsek Semarang Tengah.  ”Kalau permasalahannya apa, saya kurang tahu. Ceritanya mereka kumpul di Radusari Grafity, terus mau ke Carrefour (DP Mall). Katanya ada yang ulang tahun,” ujarnya.

BM, siswa kelas 4 SD yang tertangkap mengaku tidak mengetahui pemicu tawuran tersebut. Menurut dia, awalnya ia hanya diundang oleh salah satu kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas 6 SD untuk menghadiri pesta ulang tahun di DP Mall Jalan Pemuda.

”Saya tidak tahu, cuma diajak. Bilangnya mau ulang tahun di DP Mall. Kumpulnya di Randusari. Sampai situ, sudah ada teman-teman yang kumpul. Ada 22 anak SD. Dari SD Gunung Brintik tiga anak, lainnya dari SD Al Khotimah,” jelasnya.

Setelah bertemu di Randusari, mereka lantas berjalan kaki menuju DP Mall. Namun belum sampai di lokasi tersebut, salah satu dari rombongan ini menyampaikan tidak jadi ke DP Mall tanpa alasan yang jelas. Siswa itu justru mengajak ke SD Pekunden.

Sedangkan AL, siswa kelas 1 SD tak bisa menjelaskan. Siswa yang masih mengenakan seragam SD ini hanya terlihat menangis meraung-raung sambil berontak ketika hendak dibawa petugas ke Polsek Semarang Tengah.

Kapolsek Semarang Selatan AKP Kemas Indra Natanegara mengakui adanya kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengamankan dua siswa SD beserta sebilah senjata tajam dari tangan siswa tersebut.

Ya, tadi kita bawa (ke maposlek) terus kita kembalikan kepada pihak orang tuanya. Perlu dilakukan langkah pembinaan oleh orang tuanya. Apalagi keduanya masih di bawah umur,” ungkapnya.

Dikatakan, tawuran itu terjadi kesalahpahaman antarsiswa. Tawuran tersebut melibatkan puluhan anak dari tiga sekolah. ”Masalah cekcok aja, saling ejek-ejekan. Ada puluhan SD Gunung Brintik, SD Pekunden, dan SD Al Khotimah. Barang bukti senjata sudah kita amankan,” jelasnya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang dua siswa tersebut bersama orang tuanya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pembinaan, baik terhadap siswa maupun pengarahan kepada pihak orang tua yang bersangkutan. ”Kita juga akan melakukan door to door kepada pihak sekolah untuk langkah pembinaan,” katanya. (mha/aro/ce1)