Calo ”Berbadan Hukum” di Samsat Semarang, Nembak KTP Bayar Rp 85 Ribu-Rp 110 Ribu

3270

Calo atau biro jasa pengurusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ternyata masih marak di kantor Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) di Kota Semarang. Bedanya sekarang ada yang mengklaim sudah ”berbadan hukum”. Keberadaan calo ini membuat tarif menjadi melambung dan berpotensi munculnya praktik pungutan liar (pungli).

BEBERAPA waktu lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menangkap basah oknum petugas Samsat Kota Magelang yang menarik pungutan liar (pungli) saat cek fisik kendaraan. Rupanya, selain pungli, keberadaan calo atau biro jasa masih gentayangan di kantor Samsat. Hanya saja, saat ini praktik calo lebih hati-hati.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di kantor Samsat Semarang III Jalan Hanoman Krapyak menemukan beberapa warga yang hendak pajak maupun perpanjangan STNK mendapat tawaran untuk menggunakan biro jasa. Tentu saja, dengan tambahan biaya untuk jasa pengurusan.

Biaya yang dipatok untuk jasa mereka bervariasi. Mulai Rp 50 ribu hingga Rp 110 ribu,  tergantung kesepakatan dengan pengguna jasa. Bahkan untuk warga yang tidak mengerti dan terlihat bingung saat mengurus, bisa dikenai biaya yang lebih tinggi.

Dalam obrolan di smoking area kantor Samsat Krapyak, saat Jawa Pos Radar Semarang menanyakan cara mengurus STNK tanpa KTP asli, seorang calo yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa mengurus STNK tanpa menggunakan KTP bisa dilakukan dengan bantuan biro jasa. Namun pria itu juga menyarankan untuk melakukan balik nama saja agar di kemudian hari lebih mudah untuk mengurusnya lagi.

Orang yang saat itu membantu mengurus perpanjangan STNK tetangganya tersebut mengatakan, biaya yang ditawarkan melalui calo biasanya sekitar Rp 110 ribu. ”Tapi kalau Mas-nya langsung ke dalam, biasanya tidak sampai segitu, lebih murah. Biasanya ada satpam yang bisa bantu juga,” katanya.

Ia mengatakan, untuk melakukan pekerjaan menjadi biro jasa saat ini tidak dapat dilakukan seperti dulu. Adanya aturan yang semakin ketat membuat mereka harus berhati-hati dalam menjalankan pekerjaan, yang oleh mereka disebut biro jasa ini.

”Sekarang ndak bebas lagi, Mas. Kalau dulu orang datang bisa langsung ditawari, tapi kalau sekarang seperti itu kalau ketahuan bisa ditangkap. Zaman sekarang harus hati-hati, Mas,” ujar dia.

”Kalau kita yang penting kan pekerjaan nggak nyuri gitu aja. Ini kan bantu mereka yang tidak punya waktu, Mas,” sambungnya.

Sejumlah warga yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantor Samsat Krapyak mengaku sempat ditawari mengurus perpanjangan STNK lewat biro jasa. Namun kebanyakan mereka menolak karena harus membayar biaya lebih.

Nggak pernah pakai calo. Enak ngurus sendiri. Kalau pakai calo kan juga harus ada biaya tambahan untuk calo tersebut,” ujar Masokhan, yang hari itu hendak mengurus perpanjangan STNK.

1
2
3
BAGIKAN