LUDES TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan kobaran api yang membakar Pasar Waru Semarang tadi malam. (kanan) Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mendatangi lokasi kebakaran. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUDES TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan kobaran api yang membakar Pasar Waru Semarang tadi malam. (kanan) Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mendatangi lokasi kebakaran. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Untuk kali ketiga, Pasar Waru di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Semarang, terbakar, Jumat (18/11) tadi malam. Kobaran api diketahui warga sekitar pukul 20.00. Api dengan cepat membesar dan membakar bangunan pasar yang terdiri atas puluhan kios dan lima los dengan 511 lapak tersebut. Saat kebakaran, hampir sebagian besar kios dan lapak sudah tutup.

Menurut salah satu saksi mata, Mulyono, 55, api kali pertama terlihat sekitar pukul 20.00. ”Waktu tahu api sudah membesar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sontak, warga yang melihat kobaran api langsung teriak kebakaran. Seketika, para pedagang yang masih ada di pasar panik berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Para pedagang bahu-membahu menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan. Dengan cara estafet, mereka memindahkan dagangan untuk dibawa ke luar pasar.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Dinas Kebakaran Kota Semarang. Sepuluh unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api. Bersama warga, petugas mencoba menjinakkan kobaran api yang semakin membesar karena tiupan angin. Praktis, kejadian itu membuat  sejumlah ibu tak kuasa menahan tangis melihat lapaknya terbakar. Beberapa ibu lainnya mencoba untuk menenangkan.

Sugeng, saksi mata lain mengatakan, kobaran api cepat membesar karena angin bertiup cukup kencang. Apalagi banyak barang mudah terbakar di pasar tersebut. ”Di sini ada lima los yang terdiri atas 511 pedagang. Yang kebakar belum ngecek. Termasuk bangunan sementara konstruksi kayu. Itu bangunan pasar sementara setelah kebakaran 2011 silam,” ujarnya.

Menurut Sugeng, diperkirakan kebakaran akibat korsleting listrik. Kali pertama, api terlihat dari los B yang digunakan untuk berjualan sembako, pakaian, plastik, dan kelapa. Dari los B itu, api menjalar ke los yang lain. Diperkirakan dari lima los, hanya satu los yang lolos dari kebakaran.

”Saya jalan dari situ, terlihat api dari los B yang dipakai jualan sembako, sayur, kain dan lain lain,” kata Sugeng Anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Kaligawe, Heru Yulianto, mengatakan, ia mendapat informasi Pasar Waru terbakar sekitar pukul 20.00. Begitu mendapat kabar, dirinya langsung meluncur ke lokasi.

”Penyebab kebakaran belum dipastikan. Tahu-tahu sudah ada api. Saat saya sampai sini kobaran api sudah besar. Yang terbakar, pasar tradisional, bukan pasar klitikan di belakang saja,” ujar Heru Yulianto sembari mengatakan jumlah pedagang Pasar Waru sekitar 500-an orang.