Investasi Apartemen Lebih Menguntungkan

1185
TINGGI PEMINAT : Pengunjung saat mengamati pameran apartemen di REI Expo Paragon 2016. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGGI PEMINAT : Pengunjung saat mengamati pameran apartemen di REI Expo Paragon 2016. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Pembangunan apartemen di Semarang terus berkembang. Seiring dengan tingginya kebutuhan akan hunian, khususnya di seputar kawasan perkantoran dan kampus.

Kepala Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas & Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan bahwa data hingga akhir bulan lalu, pembangunan apartemen di Jawa Tengah mencapai 466 unit. Dari jumlah tersebut, terbanyak berada di Semarang, yaitu 300 unit.

“Kalau Semarang saat ini pertumbuhan pembangunan apartemen terbanyak di kawasan Semarang atas, daerah Undip,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, hal tersebut tak lepas dari lokasi yang berdekatan dengan kampus. Semenjak kampus Undip pindah ke kawasan Tembalang, otomatis kebutuhan akan hunian di area tersebut meningkat.

Oleh karena itu, mulai banyak apartemen yang dibangun. Masyarakat yang membeli unit-unit apartemen tersebut menurutnya, sebagian besar juga tidak digunakan langsung alias bukan end user. “Sebagian besar ya investor. Jadi mereka beli untuk disewa-sewakan pada mahasiswa yang kuliah di kawasan tersebut,” ujarnya.

Banyaknya masyarakat yang memilih berinvestasi pada apartemen, karena menurutnya lebih praktis dan menguntungkan. Mereka cukup membeli beberapa unit tanpa harus memikirkan proses pembangunan, kemudian sewakan.

“Hitungannya bisa jadi lebih murah bila dibanding membangun sendiri kos-kosan. Kalau bangun sendiri tapi tidak menguasai cara pembangunan, bisa-bisa salah atau malah ditipu. Kalau investasi apartemen kan tinggal beli berapa unit lalu disewakan, tidak perlu pusing membangunnya,” ujar Dibya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, MR Prijanto menambahkan, saat ini apartemen di Semarang terus berkembang, dengan berbagai tipe. Peminatnya pun tak lagi datang dari luar kota yang membeli untuk menjadikan apartemen sebagai investasi atau rumah kedua atau sebagai bagian dari gaya hidup kaum urban.

“Untuk keluarga muda, saat ini beli apartemen di kawasan perkotaan ya untuk ditinggali. Sebagai rumah pertama mereka, bukan rumah kedua untuk investasi atau disewakan ke pihak ketiga,” ujarnya.

Tingginya minat masyarakat akan jenis hunian ini terlihat dari terus bertambahnya bangunan apartemen di titik-titik padat. Seperti kawasan Simpanglima, kawasan sekitar perkantoran juga kawasan sekitar universitas. (dna/ida)