Oknum Bea Cukai Pungli Rp 500 Juta, Ditangkap saat Pijat Kampung Kali

2442

SEMARANG – Seorang pegawai Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang ditangkap aparat Bareskrim Polri atas dugaan meminta pungutan liar (pungli). Oknum pegawai Bea Cukai yang telah diamankan tersebut bernama Johny Haposan (JH), 28. Hasil pemeriksaan sementara, oknum yang baru bertugas di wilayah Semarang sejak Juni-November 2016 ini diduga telah menarik pungli hingga Rp 500 juta.

”Ditangkap petugas Bareskrim Polri. Inisial JH, menjabat PFPD (Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen) di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (11/11).

Abiyoso menjelaskan, oknum tersebut ditangkap oleh petugas Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kamis (10/11) malam kemarin saat sedang pijat di Massage Green Reflexologi Jalan Mayjen Sutoyo No 17, Kampung Kali, Semarang.

”Ditangkap Bareskrim Kamis (10/11) sekitar pukul 19.15 malam saat berada di tempat pijat refleksi,” katanya.

Selanjutnya penyidik melakukan penggeledahan di tempat tinggal JH di Perumahan Graha Bukit Wahid Blok B2/27 Simongan, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat. Hasilnya, polisi menemukan barang bukti sejumlah uang baik tunai maupun yang sudah masuk ke beberapa rekening atas nama orang lain. Uang dugaan pungli yang telah terkumpul mencapai Rp 500 juta, yang diduga hasil pungutan dari para Pengusaha Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK).

”Hasil pemeriksaan ditemukan uang dalam rekening sebesar Rp 340 juta. Barang bukti lain empat buah handphone, uang tunai Rp 3 juta, dan kartu ATM empat buah,” jelasnya.

Dikatakan, JH dinilai sangat cerdas. Sebab, uang hasil pungli itu ditampung di rekening bank atas nama orang lain. Namun demikian, Abiyoso tidak menyebutkan nama pemilik rekening bank yang dimaksud.

1
2
BAGIKAN